Komisi Eropa Diduga Negosiasi Rahasia Berbagi Data Palestina dengan Israel
https://parstoday.ir/id/news/world-i194926-komisi_eropa_diduga_negosiasi_rahasia_berbagi_data_palestina_dengan_israel
Pars Today - Menurut laporan baru dari kelompok hak sipil Statewatch, Komisi Eropa sedang melakukan negosiasi rahasia dengan kepolisian rezim Israel untuk berbagi data pribadi sensitif warga Palestina.
(last modified 2026-08-15T04:29:23+00:00 )
Aug 15, 2026 11:27 Asia/Jakarta
  • Bendera Uni Eropa
    Bendera Uni Eropa

Pars Today - Menurut laporan baru dari kelompok hak sipil Statewatch, Komisi Eropa sedang melakukan negosiasi rahasia dengan kepolisian rezim Israel untuk berbagi data pribadi sensitif warga Palestina.

Melaporkan IRNA dari Anadolu, Sabtu, 15 Agustus 2026, negosiasi dan perjanjian rahasia ini dilakukan meskipun ada peringatan hukum internal bahwa hal itu melanggar hukum internasional dan membahayakan warga Palestina.

Draf perjanjian ini, yang awalnya dinegosiasikan dengan badan kepolisian Eropa yang dikenal sebagai Europol, memungkinkan pertukaran data biometrik, informasi genetik, data lokasi, pandangan politik, dan informasi pribadi.

Investigasi menunjukkan bahwa negosiasi ini terus berlanjut meskipun adanya keputusan tahun 2022 dari Dewan Layanan Hukum Uni Eropa yang menyatakan proposal ini ilegal.

Dewan tersebut memperingatkan bahwa perjanjian ini berisiko melegitimasi pendudukan ilegal atas wilayah Palestina oleh Israel dan melemahkan hak menentukan nasib sendiri rakyat Palestina.

Kekhawatiran juga muncul mengenai kemungkinan penyalahgunaan data yang dikumpulkan selama misi kepolisian UE di Tepi Barat dan kota Rafah di Jalur Gaza. Para ahli memperingatkan bahwa jika informasi ini diserahkan kepada otoritas Israel, data tersebut dapat digunakan dalam sistem pengawasan militer yang ada yang digunakan terhadap populasi Palestina.

Eitan Diamond, pakar hukum, mengatakan, "Data yang ditransfer melalui perjanjian ini dapat digunakan sebagai informasi untuk mendukung keputusan serangan dan pembunuhan terhadap warga Palestina. Dengan tindakan ini, UE meningkatkan risiko perampasan kebebasan secara sewenang-wenang dan paparan terhadap perlakuan buruk yang sistematis dalam kondisi penahanan yang mengerikan."

Negosiasi ini dibangun berdasarkan perjanjian tahun 2018 yang lebih terbatas, yang secara tegas mengecualikan berbagi data pribadi dan wilayah pendudukan. Para kritikus berpendapat bahwa upaya berkelanjutan Komisi Eropa untuk menyetujui perjanjian yang lebih luas ini mengabaikan putusan-putusan terbaru dari pengadilan internasional.

Dov Korf, peneliti hukum yang berafiliasi dengan Universitas Yale, menyebut sikap Komisi ini "sangat mengkhawatirkan" dan merujuk pada risiko berbagi informasi sensitif dengan rezim yang "secara kredibel dituduh melakukan genosida dan kejahatan lainnya".

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, jumlah syuhada sejak dimulainya gencatan senjata pada 10 Oktober telah mencapai 1.257 orang dan jumlah korban luka mencapai 4.131 orang, sementara tim penyelamat telah menemukan 806 jenazah dari bawah reruntuhan.

Jumlah total syuhada di Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 73.384 orang dan jumlah korban luka mencapai 174.242 orang.

"Kelompok hak sipil Statewatch mengungkap bahwa Komisi Eropa sedang melakukan negosiasi rahasia dengan kepolisian Israel untuk berbagi data pribadi sensitif warga Palestina, termasuk data biometrik, genetik, lokasi, dan pandangan politik, meskipun ada peringatan hukum dari Dewan Layanan Hukum UE pada 2022 yang menyatakan proposal ini ilegal."(Sail)