Jenderal Akrami-Nia: Musuh Tak Pernah Berani Serang dari Darat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189108-jenderal_akrami_nia_musuh_tak_pernah_berani_serang_dari_darat
Pars Today - Juru bicara Artesh Republik Islam Iran menyatakan bahwa meskipun musuh berulang kali melontarkan retorika dan ancaman tentang serangan darat, hingga hari-hari terakhir perang, mereka tidak pernah berani melakukan agresi melalui perbatasan darat.
(last modified 2026-04-29T05:41:20+00:00 )
Apr 29, 2026 12:39 Asia/Jakarta
  • Brigjen Mohammad Akrami-Nia, Juru Bicara Artesh Iran
    Brigjen Mohammad Akrami-Nia, Juru Bicara Artesh Iran

Pars Today - Juru bicara Artesh Republik Islam Iran menyatakan bahwa meskipun musuh berulang kali melontarkan retorika dan ancaman tentang serangan darat, hingga hari-hari terakhir perang, mereka tidak pernah berani melakukan agresi melalui perbatasan darat.

Melaporkan dari Pars Today, Rabu, 29 April 2026, Brigjen Mohammad Akrami-Nia dalam wawancara menguraikan kinerja Artesh Iran (tentara reguler) dalam perang yang dipaksakan. Ia merujuk pada keberhasilan operasional pasukan darat serta pemboman pangkalan-pangkalan AS oleh jet tempur Artesh Iran.

Akrami-Nia mengumumkan bahwa angkatan udara telah menyerang pangkalan musuh di negara-negara kawasan, termasuk pangkalan antirevolusi di Erbil, Irak, Kuwait, dan Qatar.

Ia menyebut laporan terbaru dari media AS yang mengonfirmasi keberhasilan operasi jet tempur F-5 Angkatan Udara Iran dalam menembus berbagai lapisan pertahanan udara yang dirancang AS, dan berhasil menyerang pangkalan Amerika.

Operasi Jarang, Bahkan Tak Tertandingi

Ia menggambarkan operasi tersebut sebagai langka dan bahkan tak tertandingi. "Setelah operasi ini, angkatan udara terus meluncurkan drone ke pangkalan musuh dan Wilayah Pendudukan hingga hari terakhir perang," tegasnya.

Artesh Iran juga berperan aktif dengan menembakkan roket Fajr dan Fath ke pangkalan musuh di negara-negara kawasan.

Pertahanan Perbatasan yang Tangguh

Jubir Artesh Iran menekankan pentingnya pengawasan dan langkah-langkah yang diambil untuk melindungi perbatasan. "Hingga hari-hari terakhir perang, meskipun musuh sering melontarkan slogan dan ancaman tentang serangan darat, mereka tidak pernah berani melanggar atau menyerang melalui perbatasan darat."

Salah satu faktor utama pencegahan ini, menurutnya, adalah kesiapan tinggi Artesh bersama dengan pasukan IRGC, yang memainkan peran menentukan dalam menjaga keamanan perbatasan.

Akrami-Nia merujuk pada penilaian intelijen bahwa Artesh Iran telah siap sebelum perang dimulai, karena analisis menunjukkan musuh kemungkinan besar berniat melancarkan serangan militer terhadap negara tersebut. "Semua pasukan dan unit militer berada dalam kondisi kesiapan optimal," pungkasnya.

Iran tidak hanya bertahan di udara dan laut. Di darat, mereka membangun benteng yang tidak berani didekati musuh. Ribuan kilometer perbatasan dijaga, bukan dengan tembok, tetapi dengan kesiapan.

Musuh boleh saja memiliki jet tempur dan rudal canggih, tetapi tanpa keberanian menginjak tanah Iran, semua itu hanya pertunjukan kekuatan di kejauhan.(sl)