Ansarullah Yaman: Larangan Pelayaran Israel Adalah Keputusan Strategis Sanaa
-
Mohammed Al-Farah, anggota biro politik gerakan Ansarullah Yaman
Pars Today - Seorang pejabat senior gerakan Ansarullah Yaman menekankan bahwa keputusan Sanaa untuk melarang lalu lintas maritim yang terkait dengan rezim Zionis bukanlah tindakan sementara atau taktis, tetapi merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung negara-negara di kawasan tersebut dan meningkatkan tekanan pada rezim ini dan para pendukungnya.
Menurut Pars Today, mengutip IRNA, 9 Juni 2026, Mohammed Al-Farah, anggota biro politik gerakan Ansarullah Yaman, mengumumkan dalam sebuah pesan di X bahwa keputusan negaranya untuk melarang pelayaran yang terkait dengan rezim Zionis di Laut Merah dan Selat Bab Al-Mandab, menunjukkan komitmen negara tersebut untuk mendukung negara-negara yang berada di bawah tekanan, menghadapi hegemoni Amerika dan agresi Zionis, dan juga menekankan kedaulatan Yaman atas wilayah Bab Al-Mandab yang strategis.
Al-Farah mengatakan bahwa keputusan ini menunjukkan bahwa Yaman tidak akan mengambil sikap pasif dalam menghadapi perang, pengepungan, dan tekanan terhadap rakyat Yaman dan negara-negara lain di kawasan, dan bahwa keamanan penyeberangan laut tidak boleh menjadi monopoli Amerika Serikat, rezim Zionis, atau sekutu mereka, tetapi harus dikaitkan dengan penghormatan terhadap hak-hak bangsa dan mengakhiri perang dan pengepungan.
Ia melanjutkan bahwa kelanjutan pengepungan, serangan militer, kelaparan rakyat, dan tindakan kekerasan di Yaman, Gaza, dan Lebanon tidak dapat dibiarkan tanpa tanggapan, dan perlu diambil langkah-langkah yang akan meningkatkan biaya kebijakan-kebijakan ini dan menciptakan persamaan baru di kawasan tersebut.
Anggota Biro Politik Ansarullah itu juga menganggap keputusan ini sebagai tanggapan terhadap intensifikasi tindakan rezim Zionis di Lebanon dan Palestina, dan mengatakan bahwa rezim tersebut berupaya memperluas cakupan operasi dan serangannya.
Al-Farah menekankan bahwa melalui tindakan ini, Yaman mengirimkan pesan yang jelas bahwa setiap peningkatan ketegangan terhadap negara-negara di kawasan ini tidak akan terbatas pada wilayah geografis tertentu, dan bahwa pasukan perlawanan kini memiliki alat dan kemampuan yang dapat menunjukkan konsekuensi dari tindakan rezim Zionis di berbagai front dan tingkatan.
Pernyataan ini disampaikan setelah Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree, mengumumkan serangan rudal ke Tel Aviv pada hari Senin (8/6) dan menekankan bahwa navigasi bagi rezim Zionis di Laut Merah sepenuhnya dilarang.(Sail)