Atwan: Iran Bukan Venezuela, AS-Israel Salah Perhitungan
-
Abdel Bari Atwan, penulis dan analis Arab
Pars Today - Seorang penulis dan analis Arab, dengan merujuk pada perkembangan terbaru kawasan dan kesalahan perhitungan para pemimpin Amerika serta rezim Zionis terhadap Iran, mengatakan, “Iran tidak takut pada siapa pun, dengan ketegarannya ia menggagalkan konspirasi musuh-musuh, dan tidak semudah Venezuela untuk langsung bisa dikendalikan.
Melansir Pars Today dari IRNA, 9 Juni 2026, Abdel Bari Atwan, penulis dan analis Arab, dengan mempublikasikan analisis video di situs web Ray al-Youm, membahas dimensi serangan rudal Iran ke tiga kota penting di Palestina pendudukan termasuk Haifa, dan mengatakan:
"Serangan ini secara jelas menunjukkan bahwa Iran tidak takut pada pihak mana pun, baik Amerika maupun rezim penjajah Israel. Padahal Trump sebelumnya mengklaim telah menghancurkan semua senjata dan militer Iran, tetapi sekarang semua orang melihat bahwa Iran telah keluar dari keheningan strategis dan beralih ke fase respons strategis, segera, dan sangat cepat."
Penulis dan analis Palestina yang tinggal di London ini menambahkan:
"Republik Islam Iran sebelumnya secara tegas telah mengumumkan bahwa jika terjadi serangan terhadap Dahiyeh Beirut selatan, mereka akan bereaksi dengan cepat. Tehran sekarang menepati janjinya dan hanya beberapa jam setelah agresi terhadap kawasan di Dahiyeh Beirut, mereka merespons untuk membuktikan bahwa mereka menjalankan ucapannya dan bukan sekadar slogan. Logika Iran dalam pertempuran ini adalah 'kemenangan atau syahid' dan tidak mempertimbangkan opsi lain."
Perwujudan Nyata Doktrin "Kesatuan Medan" di Poros Perlawanan
Pemimpin Redaksi harian Ray al-Youm ini selanjutnya menegaskan:
"Serangan terbaru Iran menunjukkan bahwa doktrin 'kesatuan medan' di Poros Perlawanan telah muncul dengan kuat. Perkembangan terbaru membuktikan bahwa Iran sama sekali tidak akan meninggalkan Hizbullah. Karena Hizbullah telah melakukan banyak pengorbanan dan sejak awal agresi Amerika dan Israel, berdiri di samping Tehran."
Ia mencatat:
"Sejalan dengan ini, gerakan Ansarullah Yaman juga secara praktis bergabung dengan kesatuan medan Poros Perlawanan dan dengan menembakkan rudal-rudalnya, menghancurkan Tel Aviv dan Jaffa. Lebih penting dari semua ini, Ansarullah Yaman menutup Selat strategis Bab al-Mandab untuk kapal-kapal Israel."
Atwan di akhir menegaskan:
"Para pejabat Washington dan Tel Aviv harus tahu bahwa Iran bukanlah Venezuela, dan Zionis serta Amerika dalam agresi militer ini telah melakukan kesalahan perhitungan yang fatal."
Atwan, salah satu analis Arab paling berpengaruh, secara eksplisit memperingatkan bahwa AS-Israel telah membuat kesalahan strategis dengan menyamakan Iran dengan Venezuela, negara yang bisa diintimidasi dan dikendalikan dengan mudah.(Sail)