Militer Zionis Berusaha Memaksa Kaum Muda Bergabung dengan Tentara
-
Tentara Zionis
Pars Today - Media Zionis melaporkan bahwa rezim Israel memaksa kaum muda Yahudi untuk bergabung dengan tentara guna mengatasi kekurangan sumber daya manusia.
Menurut laporan IRNA pada Rabu (07/01/2026) pagi, surat kabar Zionis Israel HaYom mengumumkan dalam sebuah laporan bahwa tentara rezim Zionis, bekerja sama dengan Badan Yahudi dan Administrasi Imigrasi dan Aspirasi, telah mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi orang Yahudi di luar Wilayah Pendudukan sebagai bagian dari fase kedua perekrutan mereka.
Menurut laporan ini, dalam langkah ini, Militer Zionis memaksa orang Yahudi berusia antara 21 dan 26 tahun yang telah melewati usia normal untuk wajib militer guna bergabung dengan tentara, demi mengimbangi kekurangan sumber daya manusia yang parah.
Media Zionis melanjutkan laporannya dengan menambahkan bahwa tentara menderita kekurangan SDM yang parah karena menghadapi kekurangan 12.000 personel cadangan, termasuk 7.500 tentara, di samping pengurangan kader cadangan dan erosi kekuatan tentara yang terus menerus karena pengunduran diri pasukan yang ada.
Sumber-sumber di rezim Israel sebelumnya melaporkan bahwa tentara rezim Zionis menghadapi krisis kekurangan sumber daya manusia.
Dalam surat yang tidak biasa, Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir memperingatkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Perang Israel Katz bahwa krisis kekurangan SDM telah mencapai tingkat yang berbahaya dan bahwa jika tindakan mendesak tidak diambil, tentara Israel akan kehilangan kekuatan efektifnya.
Zamir menulis dalam suratnya bahwa krisis kekurangan tenaga kerja sangat serius dan bahwa undang-undang dan reformasi yang diperlukan harus disahkan pada 1 Januari untuk menyelesaikan krisis ini.
Media berbahasa Ibrani menggambarkan pengiriman surat ini sebagai hal yang luar biasa, karena peringatan seperti itu biasanya tidak dikirim secara resmi dan langsung kepada Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan.
Dalam suratnya, Zamir menekankan bahwa dalam situasi saat ini, terdapat bahaya besar dan kerusakan serius telah terjadi pada motivasi dan kemampuan pasukan tetap Militer Israel.
Zamin kemudian meminta Perdana Menteri Netanyahu dan Menteri Perang Katz untuk turun tangan secara pribadi dalam masalah ini dan menutup kasus ini agar militer tidak kehilangan kekuatan efektifnya.(sl)