Hizbullah: Aoun Pulang dari Washington Tanpa Capaian, Hanya Janji Tanpa Jaminan
-
Hussein Hajj Hassan
Pars Today – Seorang anggota senior Hizbullah mengatakan bahwa hasil kunjungan Joseph Aoun ke Amerika tidak lain hanyalah retorika kosong dan janji-janji tanpa jaminan.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnim, Hussein al-Hajj Hassan, anggota senior Fraksi Parlemen Hizbullah, dalam menanggapi kunjungan Joseph Aoun, Presiden Lebanon, ke Washington, menyatakan: "Apa yang terjadi di Washington selama pertemuan antara Joseph Aoun dan Donald Trump, Presiden AS, tidak lebih dari retorika umum Amerika dan janji-janji tanpa jaminan, tanpa menentukan jadwal waktu apa pun untuk penempatan kembali pasukan, dan tanpa mencapai kemajuan atau pencapaian apa pun."
Dalam wawancaranya dengan Radio Sputnik, mengenai pernyataan terbaru Presiden AS tentang permintaannya kepada rezim Abu Mohammad al-Jolani di Suriah untuk terlibat dalam konflik dengan Hizbullah, ia mengatakan: "Permintaan Trump kepada pihak Suriah untuk campur tangan di Lebanon adalah pelanggaran terhadap kedaulatan negara kita, dan ini terjadi sementara Presiden Lebanon dan pihak lain yang mengklaim kedaulatan, tetap sepenuhnya diam dan tidak menunjukkan reaksi apa pun."
Anggota Hizbullah ini, dengan merujuk pada fakta bahwa dalam kesepakatan memalukan pemerintah Lebanon dengan rezim Zionis, tidak dibahas secara tegas tentang penarikan penjajah Zionis dari wilayah Lebanon, mengatakan: "Menurut perjanjian ini, pembahasan tentang penarikan Zionis terkait dengan tempat-tempat yang sebelumnya telah dibebaskan dan pada dasarnya tidak berada di bawah pendudukan musuh Zionis."
Hussein al-Hajj Hassan, mengenai klaim Trump tentang kemungkinan komunikasi dengan Hizbullah, menyatakan: "Kami tidak punya waktu untuk menanggapi omongan tidak berharga ini, dan tidak akan pernah ada dialog apa pun dengan mereka yang menyerang kami, menghancurkan tanah dan rumah kami, serta membunuh rakyat kami."
Ia selanjutnya, dengan menekankan bahwa tidak ada yang mampu melucuti senjata perlawanan di Lebanon, mengatakan: "Kerja sama antara Hizbullah dan tentara Lebanon terus berlanjut, dan kerja sama ini didasarkan pada kepercayaan. Kami akan melanjutkan hubungan kuat kami dengan tentara nasional Lebanon yang tidak menyerah pada tekanan dan tahu bagaimana menjalankan tugasnya."
Anggota Fraksi Perlawanan tersebut, dengan merujuk pada ilegalitas kesepakatan memalukan pemerintah Lebanon dengan rezim Zionis, menekankan: "Tidak benar bahwa kesepakatan tersebut tidak memerlukan persetujuan Dewan Menteri dan Parlemen. Pejabat-pejabat pemerintah Lebanon dengan perilaku ini memperdalam jurang pemisah antara mereka dan rakyat, dan tidak menjaga jembatan komunikasi dengan mereka." (MF)