Di Balik Penunjukkan Bambang Soesatyo Jadi Ketua DPR
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i49839-di_balik_penunjukkan_bambang_soesatyo_jadi_ketua_dpr
Partai Golkar akhirnya memilih Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo, sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat menggantikan Setya Novanto. Minggu malam, 14 Januari 2018, Golkar menggelar rapat harian terbatas perihal penunjukan Bambang tersebut. Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie memutuskan Dewan Pembina sepakat atas penunjukan Bambang.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Jan 15, 2018 11:06 Asia/Jakarta
  • Bambang Soesatyo
    Bambang Soesatyo

Partai Golkar akhirnya memilih Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo, sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat menggantikan Setya Novanto. Minggu malam, 14 Januari 2018, Golkar menggelar rapat harian terbatas perihal penunjukan Bambang tersebut. Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie memutuskan Dewan Pembina sepakat atas penunjukan Bambang.

“Dia (Bambang) akan dilantik besok (hari ini),” kata Aburizal Bakrie di Bakrie Tower, Jakarta Selatan, Minggu malam, 14 Januari 2018.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengatakan Bambang terpilih di antara enam politikus karena ia dianggap lebih senior dan berpengalaman. Sejumlah kader partai beringin yang sempat masuk bursa adalah Aziz Syamsuddin, Zainuddin Amali, Kahar Muzakir, Agus Gumiwang, dan Rambe Kamarul Zaman.

Menurut Sarmuji, Bambang juga orang yang dianggap paling bisa menjalankan tugas Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk menyelesaikan revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau Undang-Undang MD3. “Di antara enam nama, dia yang bisa bereskan urusan ini,” kata Sarmuji.

Bambang Soesatyo

Usul revisi Undang-Undang MD3 muncul pada September 2015. Ketika itu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ingin mendapatkan haknya sebagai partai pemenang pemilu untuk bisa duduk di kursi pimpinan DPR. Sebab, undang-undang itu mengatur sistem pemilihan pimpinan DPR harus diusulkan dalam satu paket koalisi. Berbeda dengan sebelumnya, yakni pimpinan DPR sesuai dengan urutan partai pemenang pemilu. Melalui revisi tersebut, kursi pimpinan DPR bisa bertambah dari lima menjadi enam sehingga PDI Perjuangan memiliki peluang mendapatkan jatah.

Namun pembahasan berlarut-larut karena partai-partai lain juga ingin memperoleh jatah kursi pimpinan. Bambang, kata Sarmuji, diharapkan bisa membujuk fraksi lain agar mengalah demi kelancaran pembahasan revisi tersebut. Airlangga juga sudah membicarakan revisi undang-undang itu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Golkar merupakan partai yang telah menyatakan mendukung pencalonan Joko Widodo pada pemilihan presiden tahun depan.

Ketua Dewan Pengurus Pusat PDI Perjuangan, Alex Indra Lukman, mengatakan partainya siap bekerja sama dengan Bambang untuk membereskan revisi Undang-Undang MD3. “Dengan memberikan tempat untuk PDI Perjuangan sebagai partai pemenang pemilu,” ujarnya.

Adapun Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa, Daniel Johan, mengatakan berlarut-larutnya revisi Undang-Undang MD3 bukan murni kesalahan fraksi-fraksi di DPR. Revisi undang-undang tersebut tidak kunjung dibahas gara-gara pemerintah belum menyerahkan daftar inventarisasi masalah. “Soal kursi pimpinan, perlu dibahas lagi nanti bersama-sama fraksi lain,” katanya. PKB adalah salah satu fraksi yang mengincar kursi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Bambang Soesatyo mengatakan siap menjalankan agenda partai, termasuk melobi fraksi untuk membereskan perebutan kursi pimpinan MPR. “Komunikasi politik sudah berjalan,” katanya.

Sementara itu, Mantan Ketua DPR Setya Novanto berharap kepada Bambang Soesatyo yang diajukan Partai Golkar menggantikan dirinya sebagai Ketua DPR agar menjaga wibawa lembaga tersebut.

"Dia sebagai Ketua DPR tentu harus (dapat menjadikan) DPR kuat dan berwibawa dan bisa memenuhi keinginan rakyat," kata Setya Novanto (Setnov) di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin. Setnov menyampaikan hal itu sebelum sidang pemeriksaan saksi kasus korupsi KTP-Elektronik digelar.

Pada hari ini Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto resmi mengumumkan bahwa partainya mengajukan Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Ketua DPR setelah melakukan komunikasi dengan para senior Golkar terkait siapa kader partai tersebut yang cocok menduduki jabatan tersebut.

"Karena DPR perwakilan dari pada rakyat, kita harapkan bisa berbuat untuk bangsa dan negara, dan saya yakin Pak Bambang bisa dan bisa bekerja sama dengan wakil-wakil yang ada itu," tambah Setnov.

Setnov sendiri pernah mengajukan Azis Syamsuddin sebagai penggantinya sebagai Ketua DPR, namun permintaannya itu ditolak partai. "Kita doakan supaya Pak Bamsoet bisa berbuat untuk pemerintah," ungkap Setnov. Setnov juga menilai Bamsoet adalah sosok yang tepat untuk menduduki jabatan tersebut.

Kantor DPR RI

"(Bamsoet) memang yang terbaik, karena dia sudah punya pengalaman, sudah banyak belajar, saya rasa tepat begitu ya, saya rasa bisa merangkul fraksi tidak hanya Golkar," tambah Setnov.

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto mengatakan sebelum Bambang dilantik, maka DPP Partai Golkar telah meminta Fraksi Partai Golkar DPR untuk menarik keanggotan Bambang Soesatyo sebagai anggota Panitia Khusus Hak Angket tentang Tugas dan Kewenangan KPK.

Bila kinerja Pansus KPK tidak selesai pada masa sidang ini maka Golkar dipastikan akan menarik semua anggotanya di Pansus tersebut. (Antaranews)