Indonesia Optimis Bakal Terpilih Anggota Tidak Tetap DK PBB
-
Menlu Indonesia, Retno Marsudi
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi menyampaikan optimismenya bahwa Indonesia akan terpilih sebagai satu dari sepuluh anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) periode 2019-2020 mendatang.
Menurut Retno, Indonesia memiliki kontribusi dan rekam jejak yang sangat nyata dalam mendukung perdamaian dan penyelesaian konflik di seluruh belahan dunia.
"Kami optimis, Indonesia bisa terpilih, mohon doanya saja. Kalau dilihat dari track record, banyak kontribusi yang sudah dan terus dilakukan Indonesia ke dunia. Dan ini mudah-mudahan terekam dengan baik dan mampu menjadi pendorong negara-negara lain untuk dukung Indonesia," kata Retno dilansir CNN Indonesia, Senin (28/5).
Saat ini, menurut Retno, Indonesia masih terus mempersiapkan diri menjelang pemilihan yang akan berlangsung 8 Juni mendatang.
Rencananya, delegasi Indonesia yang ia pimpin akan bertolak ke New York, Amerika Serikat, pada 3 Juni untuk persiapan sebelum hari H pemilihan.
Sebelumnya, Direktur Keamanan Internasional dan Pelucutan Senjata Kemlu RI, Grata Endah Werdaningtyas mengatakan Indonesia sudah memiliki dukungan melebihi ambang batas dua pertiga dari suara dibutuhkan untuk mengamankan kursi di DK PBB.
Indonesia bersaing dengan Maladewa untuk mewakili kawasan Asia Pasifik di DK PBB. Sementara itu, Jerman dan Belgia akan bersaing untuk mewakili kawasan Eropa Barat.
Di belahan dunia lain, Argentina dan Republik Dominika akan merepresentasikan Amerika Latin. Kawasan Afrika akan diwakili Afrika Selatan atau Namibia.
Jika terpilih, Retno mengatakan akan ada empat agenda prioritas yang dibawa Indonesia ke DK PBB. Pertama, Indonesia akan melanjutkan bahkan meningkatkan kontribusinya terhadap perdamaian dunia, termasuk menambah pasukan dalam misi perdamaian PBB.
Kedua, Indonesia juga akan mendorong penguatan relasi antara PBB dengan organisasi regional di setiap kawasan.
Menurut Retno, penguatan hubungan PBB dengan organisasi regional ini penting karena melihat keadaan saat ini yang dinamis, organisasi regional menjadi pihak yang paling cepat masuk dalam suatu konflik atau perkembangan di suatu kawasan.
Ketiga, Indonesia ingin mendorong perdamaian agar sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan PBB atau Sustainable Development Goals (SDGs). Sebab agenda pembangunan apa pun tidak akan bisa tercapai jika perdamaian tidak bisa terjamin.
Keempat, Indonesia ingin DK PBB bisa memperkuat kerja sama untuk menangani kejahatan trans-nasional sebab masalah ini perlu penanganan bersama.
Situs kementerian luar negeri Indonesia melaporkan pencapaian negara ini di Dewan Keamanan (DK) PBB adalah ketika pertama kali terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 1974-1975. Indonesia terpilih untuk kedua kalinya menjadi anggota tidak tetap DK PBB untuk periode 1995–1996.
Dalam keanggotaan Indonesia di DK PBB pada periode tersebut, Wakil Tetap RI Nugroho Wisnumurti tercatat dua kali menjadi Presiden DK-PBB. Terakhir, Indonesia terpilih untuk ketiga kalinya sebagai anggota tidak tetap DK PBB untuk masa bakti 2007–2009.
Proses pemilihan dilakukan Majelis Umum PBB melalui pemungutan suara dengan perolehan 158 suara dukungan dari keseluruhan 192 negara anggota yang memiliki hak pilih. (Antara/CNNIndonesia/kemlu.go.id)