Produksi Industri Manufaktur Akan Digenjot Pasca Lebaran
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i58974-produksi_industri_manufaktur_akan_digenjot_pasca_lebaran
Kementerian Perindustrian yakin industri manufaktur akan meningkatkan kembali produktivitasnya setelah masa libur panjang Lebaran 2018, yang akan mengerek pertumbuhan positif pada kuartal III/2018 atau lebih tinggi dibanding periode sebelumnya.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 20, 2018 11:35 Asia/Jakarta
  • industri manufaktur
    industri manufaktur

Kementerian Perindustrian yakin industri manufaktur akan meningkatkan kembali produktivitasnya setelah masa libur panjang Lebaran 2018, yang akan mengerek pertumbuhan positif pada kuartal III/2018 atau lebih tinggi dibanding periode sebelumnya.

Menperin meyakini adanya momentum pemilihan kepala daerah (pilkada) yang berlangsung 2018 ini di berbagai wilayah di Indonesia, berdampak positif terhadap produksi sejumlah industri manufaktur.

 

Airlangga pun menyebutkan beberapa sektor manufaktur yang berpeluang tumbuh gemilang karena mendulang permintaan domestik yang tinggi selama bulan Ramadan dan pilkada tersebut, antara lain industri makanan dan minuman, industri tekstil dan produk tekstil serta industri alas kaki.

Airlangga Hartarto

 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada kuartal I tahun 2018, industri manufaktur nasional skala besar dan sedang di dalam negeri mengalami peningkatan produksi sebesar 0,88 persen, lebih tinggi dibanding kuartal IV/2017 quarter to quarter (q to q) dan tumbuh 5,01 persen dari kuartal I-2017 year on year (y on y).

 

Selanjutnya, industri pengolahan nonmigas tumbuh sebesar 5,03 persen di kuartal I/2018, meningkat dibanding periode yang sama tahun 2017 sekitar 4,80 persen. Sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah industri mesin dan perlengkapan sebesar 14,98 persen.

 

Kinerja cemerlang juga diikuti industri makanan dan minuman yang menempati angka pertumbuhan hingga 12,70 persen, kemudian industri logam dasar 9,94 persen, industri tekstil dan pakaian jadi 7,53 persen, serta industri alat angkutan 6,33 persen.

 

Berdasarkan indeks manajer pembelian (purchasing manager index/PMI) Indonesia yang dirilis oleh Nikkei dan Markit, pergerakan industri manufaktur nasional semakin ekspansif lantaran didorong permintaan baru yang mengalami pertumbuhan paling cepat sejak Juli 2014.

 

Di samping itu, produksi manufaktur dalam negeri terus menunjukkan kenaikan selama empat bulan terakhir dan menjadi periode perluasan usaha yang terpanjang sejak lima tahun silam. Capaian itu terlihat dari PMI Indonesia pada Mei 2018 yang menyentuh di posisi tertinggi dalam 23 bulan, yakni sebesar 51,7 atau naik dari bulan sebelumnya 51,6.

 

Menperin menegaskan selama ini pihaknya fokus menjalankan program hilirisasi industri yang konsisten memberikan efek berantai terhadap perekonomian nasional.

 

Dampak positif itu antara lain peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor.

 

Upaya ini diyakini mampu memacu pertumbuhan ekonomi nasional serta dapat menciptakan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Sekjen Kemenperin Haris Munandar menyampaikan pembatasan transportasi pada tanggal tertentu akan mempengaruhi aktivitas ekspor industri manufaktur.

 

Kendati demikian, Haris optimistis, setiap industri memiliki strategi sendiri untuk mengatasi pemenuhan produk dalam negeri maupun ekspor.

 

Pada kuartal I/2018, industri manufaktur mencatatkan nilai ekspor sebesar 32 miliar dolar AS atau naik 4,5 persen dibanding capaian pada periode yang sama tahun lalu di angka 30,6 miliar dolar AS.(MZ/AntaraNews)