Jokowi akan Pidato Perdana di Majelis Umum PBB
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i85377-jokowi_akan_pidato_perdana_di_majelis_umum_pbb
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) akan menyampaikan pidato pada sesi General Debate Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) yang dilaksanakan pada 22-29 September 2020.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Sep 19, 2020 02:43 Asia/Jakarta
  • Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo
    Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) akan menyampaikan pidato pada sesi General Debate Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) yang dilaksanakan pada 22-29 September 2020.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengatakan, diperkirakan waktu penyampaian pidato Presiden akan berlangsung pada tanggal 23 September 2020 pukul 07.30 pagi waktu Jakarta dan akan ditayangkan di webTV.un serta di General Assembly Hall secara virtual

Sidang Majelis Umum (SMU PBB) ke-75 sendiri akan dimulai pada tanggal 15 September 2020, sementara Sesi Tingkat Tinggi SMU PBB ke-75 akan berlangsung tanggal 21 September 2020 – 2 Oktober 2020.

“Tema SMU PBB tahun ini adalah “The Future We Want, the UN We Need: Reaffirming our Collective Commitment to Multilateralism – Confronting COVID-19 through effective Multilateral Action,” ujar Retno.

Serangkaian acara juga akan diikuti sejumlah menteri dari Indonesia, yakni High Level Meeting of the General Assembly to Commemorate the 75th Anniversary of the UN (UN75) pada 21 September 2020 dan The High-Level Meeting to Commemorate and Promote the International Day for Total Elimination of Nuclear Weapons pada 2 Oktober 2020, Indonesia diwakili oleh Menlu Retno Marsudi.

Pertemuan The Summit on Biodiversity pada 30 September 2020, Indonesia akan diwakili oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

The High-Level Meeting of the General Assembly on the Twenty-fifth Anniversary of the Fourth World Conference on Women pada 1 Oktober 2020, yang akan diwakili Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga.

Partisipasi Indonesia pada SMU PBB ke-75, akan digunakan Indonesia untuk menyampaikan pesan-pesan penting, antara lain pentingnya terus memajukan kerjasama internasional dan solidaritas global bagi penanganan pandemi, baik di sektor kesehatan maupun berbagai dampak sosial ekonomi pandemi.

Selain itu, Indonesia juga mendorong peningkatan kinerja serta peran PBB, dan menyerukan pentingnya seluruh negara terus memperkuat PBB dan multilateralisme.(PH)