Dari Dukungan Barat atas Terorisme Hingga Kemenangan Pemilu Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i100116-dari_dukungan_barat_atas_terorisme_hingga_kemenangan_pemilu_iran
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, hari Senin (28/6/2021) bertepatan dengan hari gugurnya Ayatullah Behehsti yang diperingati sebagai Hari Mahkamah Agung Iran, menyampaikan sejumlah masalah penting di hadapan Ketua dan anggota lembaga yudikatif Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 28, 2021 15:40 Asia/Jakarta
  • pertemuan Rahbar dengan Ketua dan anggota Mahkamah Agung Iran
    pertemuan Rahbar dengan Ketua dan anggota Mahkamah Agung Iran

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, hari Senin (28/6/2021) bertepatan dengan hari gugurnya Ayatullah Behehsti yang diperingati sebagai Hari Mahkamah Agung Iran, menyampaikan sejumlah masalah penting di hadapan Ketua dan anggota lembaga yudikatif Iran.

Masalah pertama yang disampaikan Ayatullah Sayid Ali Khamenei adalah substansi dan target musuh dengan melancarkan kejahatan teror mereka. Rahbar terkait hal ini membahas sikap kontradiksi Barat dalam mendukung terorisme.

Menurutnya, hari ini para pelaku kejahatan teror dengan dukungan Prancis, dan negara pengklaim pendukung Hak Asasi Manusia lain, secara bebas melakukan aksinya, sehingga orang terheran-heran menyaksikan kebodohan Barat dalam klaim-klaim HAM-nya, dan dalam memberikan panggung serta dukungan terhadap teroris.

Masalah lain yang dibahas Rahbar dalam paparannya kali ini adalah heroisme rakyat Iran dalam pemilu tanggal 18 Juni 2021 lalu.

Sehubungan dengan pemilu, Ayatullah Khamenei menyebut ribuan mesin propaganda termasuk media Amerika Serikat, Inggris dan beberapa negara kawasan, serta pemanfaatan anasir pengkhianat di dalam Iran, yang digunakan untuk mencegah masyarakat Iran berpartisipasi aktif dalam pemilu, merupakan peristiwa langka di dunia.

Rahbar menambahkan, "Mereka berharap pada sejumlah dalih seperti kesulitan hidup atau beberapa peristiwa yang terjadi kemudian semisal masalah tentang lolos atau tidak lolosnya sebagian kandidat calon presiden dari kualifikasi."

Harapan musuh adalah, karena berbagai masalah ini, tingkat partisipasi rakyat Iran dalam pemilu bisa ditekan hingga 20-25 persen saja, tapi gagal.

Ayatullah Khamenei menyinggung statemen salah seorang pejabat AS terkait pemilu Iran dan menuturkan, "Pemilu AS dianggap memalukan di mata seluruh penduduk dunia, sekarang orang-orang itu setelah beberapa bulan mulai berkomentar, dan mempermasalahkan pemilu Iran, padahal mereka dengan pemilu yang memalukan itu, seharusnya tidak boleh berbicara sepatah kata pun tentang pemilu."

Kehadiran luas rakyat Iran di tempat-tempat pemungutan suara di tengah kondisi serba sulit akibat wabah virus Corona yang secara alami bisa berdampak pada tingkat partisipasi dalam pemilu, membawa pesan penting.

pertemuan Rahbar dengan Ketua dan anggota Mahkamah Agung Iran

 

Tidak diragukan salah satu arena keterlibatan terpenting rakyat dalam membela Republik dan Islam adalah partisipasi dalam pemilu, dan mewujudkan prinsip demokrasi relijius.

Rahbar menjelaskan, "Kami menganggap demokrasi relijius sebagai faktor pendorong pertumbuhan, faktor pendorong pembangunan, baik pembangunan spiritual maupun pembangunan materi, demokrasi relijius adalah nilai sangat tinggi yang kami gunakan untuk dunia dan akhirat rakyat."

Kemeriahan pemilu 18 Juni 2021 lalu, dan heroisme rakyat Iran di tempat-tempat pemungutan suara, kembali mematahkan ancaman-ancaman musuh, sehingga mereka putus asa, semua ini hanya sebagian dari dampak heroisme partisipasi dalam pemilu.

Poin penting lain yang disampaikan Rahbar hari ini dalam menganalisa heroisme rakyat Iran dalam pemilu adalah pemahaman yang tepat tentang posisi, dan konspirasi musuh, serta menggagalkan usaha mereka.

Ayatullah Khamenei menganggap masalah Corona berdampak sekitar 10 persen pada tingkat partisipasi rakyat Iran dalam pemilu, menurut kalkulasi yang dilakukan para pakar.

"Di tengah semua masalah ini, rakyat yang mengular dalam antrian yang penuh sesak, dan menyampaikan komentar-komentar bersemangat di pagi hari, telah menciptakan epik agung, dan nyata, mereka memberikan pukulan telak ke dada penjatuh sanksi, para penentang dan pengkritik pemilu," paparnya.

Musuh bangsa Iran kali ini juga berusaha menurunkan tinkat partisipasi rakyat dalam pemilu. Rakyat Iran meski memiliki banyak ketidakpuasan, dan beberapa protes atas kesulitan ekonomi, dan hidup, namun mereka telah menciptakan garis merah dalam memandang pemilu, dan mereka menunjukkan sampai kapan pun tidak akan pernah terjerumus dalam jebakan propaganda, dan provokasi pihak asing.

Dari sudut pandang ini, pemilu 2021 bagi rakyat Iran adalah pemilu yang heroik, dan menciptakan kebanggaan, sementara bagi musuh memberikan kekalahan yang memalukan.

Rahbar menegaskan, "Pemenang pemilu adalah rakyat Iran, dan semua orang yang membantu menciptakan kemeriahan dan kegembiraan dalam pemilu, oleh karena itu para capres yang tidak mendapat suara besar juga termasuk pemenang, pihak yang kalah dalam pemilu adalah mereka yang mengerahkan semua upaya untuk mencegah masyarakat datang ke tempat-tempat pemungutan suara, tapi masyarakat menolaknya dan tetap hadir, dan memupus harapan serta ketamakan mereka akan hasil pemilu. (HS)