Jumblatt: Pangkalan AS di Kawasan Tak Lindungi Siapa Pun
-
Pemimpin mantan Partai Sosialis Progresif Druze Lebanon, Walid Jumblatt
Pars Today - Pemimpin mantan Partai Sosialis Progresif Druze Lebanon, Walid Jumblatt, menyatakan bahwa pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di kawasan tidak melindungi atau membela siapa pun dari senjata-senjata baru dan rudal-rudal.
Melaporkan dari laman Al-Ahed, IRNA pada Minggu, 19 April 2026, Jumblatt dalam wawancara televisi menambahkan bahwa apa yang terjadi di kawasan adalah perang atas minyak dan upaya untuk melemahkan negara-negara Arab demi keuntungan perusahaan-perusahaan minyak besar.
Seraya memuji ketahanan penduduk Lebanon selatan, ia menambahkan bahwa bangsa Lebanon dapat terus hidup dengan segala masalah dan kesulitan yang ada.
Peringatan tentang Pengucilan Komunitas Syiah
Jumblatt memperingatkan tentang pengucilan sebagian komunitas Syiah Lebanon yang menentang negosiasi langsung dengan rezim Zionis. "Segala bentuk pengucilan dan isolasi di Lebanon akan mengarah pada ekstremisme dan konflik," tegasnya.
Ia menolak pernyataan bahwa tentara ingin melucuti senjata Hizbullah. "Pelucutan senjata adalah proses negosiasi jangka panjang yang mungkin mengarah pada integrasi Hizbullah ke dalam pemerintah," katanya.
Pejuang Hizbullah Adalah Anak Negeri
Mantan pemimpin Partai Sosialis Progresif Druze Lebanon ini menyatakan bahwa para pejuang Hizbullah adalah anak-anak selatan, anak-anak tanah Lebanon, dan generasi keempat para pejuang. "Kita tidak bisa mengabaikan mereka," ujarnya.
Mengenai kemungkinan pertemuan langsung antara Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri rezim Zionis Benjamin Netanyahu, Jumblatt menegaskan bahwa mereka akan memikirkannya setelah batas-batas selesai digambar dan gencatan senjata dimantapkan.
Ia menyerukan agar konsekuensi dipikirkan sebelum pertemuan apa pun yang bersifat publisitas dan media. "Membahas serangan drone dan pembunuhan oleh rezim Israel adalah hal yang penting," tambahnya.
Rekomendasi untuk Presiden Lebanon
Jumblatt merekomendasikan agar delegasi perunding Lebanon terdiri dari tokoh-tokoh militer, sipil, dan spesialis di semua bidang, sehingga mereka dapat berhasil menghadapi delegasi perunding musuh.
Ia menekankan perlunya rencana pertahanan yang jelas untuk Lebanon dengan persetujuan Hizbullah. "Pernyataan Netanyahu tentang pembentukan zona penyangga di Lebanon selatan hingga Jabal al-Sheikh adalah masalah berbahaya yang menghancurkan kedaulatan negara dan Perjanjian 1974," katanya.
"Israel Ingin Maju Hingga Gerbang Damaskus"
Mantan pemimpin Partai Sosialis Progresif Druze Lebanon ini melanjutkan bahwa Israel ingin maju di utara hingga ambang gerbang Damaskus. "Ini adalah apa yang disebut sebagai rencana Israel Raya," tegasnya.
Menanggapi inisiatif Arab "tanah demi perdamaian," Jumblatt bertanya, "Apakah masih ada tanah yang tersisa? Pembangunan permukiman telah melahap hampir segalanya."
Tentang Suriah dan "Pengkhianat"
Mengenai Suriah, ia menambahkan bahwa beberapa warga Suriah, setelah pertumpahan darah dengan rezim, meminta dukungan dan perlindungan dari Israel. "Mereka tidak mewakili kaum Druze dan mencoreng sejarah Arab," katanya.
Jumblatt menambahkan bahwa Israel dapat memanfaatkan pihak mana pun demi kepentingannya, seperti yang terjadi dengan Tentara Lebanon Selatan (SLA) di bawah pimpinan Antoine Lahad. "Namun pengalaman telah membuktikan bahwa opsi ini gagal," pungkasnya.
Jumblatt, tokoh Druze yang lama berkecimpung dalam politik Lebanon, berbicara dengan jujur: pangkalan AS tidak melindungi siapa pun. Yang ada hanyalah perang demi minyak dan kepentingan perusahaan besar.
Ia memperingatkan pengucilan, menolak pelucutan senjata sepihak, dan menekankan bahwa pejuang Hizbullah adalah bagian tak terpisahkan dari Lebanon.
Tentang "Israel Raya" yang ingin maju hingga Damaskus, Jumblatt mengingatkan: ini bukan isapan jempol. Ini adalah ancaman nyata terhadap kedaulatan Lebanon dan seluruh kawasan.
Pengalaman membuktikan: berkolaborasi dengan Israel hanya akan berakhir dengan kegagalan. Pertanyaan sekarang: apakah Beirut akan mendengarkan nasihat ini?(sl)