Kekhawatiran Bersama Iran, Rusia dan Cina
https://parstoday.ir/id/news/iran-i103236-kekhawatiran_bersama_iran_rusia_dan_cina
Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi di kontak telepon dengan sejawatnya dari Rusia dan Cina menyatakan pengembangan dan pengokohan hubungan dengan Moskow dan Beijing sebagai prioritas pemerintahan baru Iran.
(last modified 2026-04-22T10:22:51+00:00 )
Aug 19, 2021 11:48 Asia/Jakarta
  • Presiden Raisi dan Vladimir Putin di kontak telepon
    Presiden Raisi dan Vladimir Putin di kontak telepon

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi di kontak telepon dengan sejawatnya dari Rusia dan Cina menyatakan pengembangan dan pengokohan hubungan dengan Moskow dan Beijing sebagai prioritas pemerintahan baru Iran.

Sayid Ebrahim Raisi Rabu (18/8/2021) di kontak terpisah dengan Vladimir Putin dan Xi Jinping membahas hubungan bilateral dan multilateral khususnya isu Afghanistan.

Selama kontak telepon dengan presiden Cina, Sayid Ebrahim Raisi mengatakan, peningkatan level kerja sama dan perluasan hubungan dengan Beijing merupakan prioritas pemerintah Iran di bidang kebijakan luar negeri dan Tehran siap bekerja sama dengan Beijing untuk menerapkan keamanan, stabilitas dan ketenangan di Afghanistan.

Sebelumnya di kontak dengan Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhimi, presiden Iran menandaskan, Iran yang kuat, independen, bersatu, aman, makmur dan maju merupakan agenda kerja kedua negara untuk mengembangkan kerja saam bilateral dan regional.

Dialog telepon presiden Iran dengan pemimpin Cina, Rusia dan Irak mengindikasikan prioritas kebijakan luar negeri pemerintah baru Iran yang memiliki pandangan khusus terhadap tetangga dan negara-negara penting serta besar di kawasan.

Milisi Taliban

Iran, Rusia dan Cina tiga pemain penting dan berpengaruh di transformasi kawasan, dan selain memperluas hubungan bilateral, mereka juga memiliki kepentingan dan kekhawatiran bersama di bidang hubungan internasional. Tehran, Beijing dan Moskow secara kolektif menentang pendekatan unilateralisme Amerika Serikat di dunia.

Pendekatan sepihak Amerika di bidang hubungan luar negeri telah membahayakan stabilitas dan keamanan kawasan serta dunia. Di kondisi seperti ini, Iran, Cina dan Rusia dengan memperkokoh mekanisme konsultasi, selain memperkuat hubungan bilateral dan memiliki kerja sama kolektif, juga mampu memainkan peran penting melalui lobi luas dan berkesinambungan terkait isu-isu regional dan internasional dalam koridor memperkuat perdamaian dan stabilitas global.

Hanif Ghaffari, pengamat internasional terkait urgensitas kerja sama komprehensif Iran dengan Rusia dan Cina mengatakan, “Ketiga negara memiliki tumpang tindih strategis satu sama lain dalam sistem internasional dan berbagi keprihatinan strategis bersama mengenai permainan AS di bidang hubungan internasional dan di bidang-bidang seperti Afghanistan dan mencegah pertumbuhan terorisme Takfiri.”

Saat ini, isu Afghanistan memilik posisi penting bagi negara kawasan dan tetangga negara ini. Perealisasian stabilitas, keamanan dan perdamaian di Afghanistan merupakan tuntutan rakyat negara ini dan juga pemain penting kawasan. Di kondisi seperti ini, Iran, Rusia dan Cina melalui kerja sama komprehensif akan mampu memiliki lobi berkesinambungan dan inovasi bersama terkait Afghanistan.

Urgensitas kerja sama komprehensif Iran dengan Cina dan Rusia mendapat perhatian serius di kontak telepon Presiden Raisi dengan Xi Jinping dan Vladimir Putin. Hal ini karena dokumen strategis menentukan dengan jelas agenda kerja sama regional dan internasional ketiga negara dan visi hubungan bilateral mereka di berbagai dimensi.

Pengalaman kerja sama konstruktif Iran dan Rusia di bidang perang kontra terorisme di Suriah serta interaksi efektif Tehran dan Beijing di bidang hubungan internasional untuk merealisasikan perdamaian dan keamanan, telah meningkatkan urgensitas kerja sama ketiga negara terkait Afghanistan sebagai sebuah kekhawatiran bersama. (MF)