Penegasan Rahbar Iran bahwa Dunia Haus Ajaran Quran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i11230-penegasan_rahbar_iran_bahwa_dunia_haus_ajaran_quran
Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Selasa (7/6) di acara tadarus Al Quran di hari pertama bulan suci Ramadhan, menekankan bahwa dalam situasi sekarang ini, lebih dari sebelumnya, dunia membutuhkan pemahaman ajaran-ajaran Quran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 08, 2016 13:03 Asia/Jakarta
  • Penegasan Rahbar Iran bahwa Dunia Haus Ajaran Quran

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Selasa (7/6) di acara tadarus Al Quran di hari pertama bulan suci Ramadhan, menekankan bahwa dalam situasi sekarang ini, lebih dari sebelumnya, dunia membutuhkan pemahaman ajaran-ajaran Quran.

Rahbar Iran mengatakan, jika makna-makna luhur Al Quran dijelaskan kepada masyarakat dengan bahasa kontemporer, pasti akan memberikan pengaruh yang sangat besar dan membuka peluang kemajuan nyata bagi kemanusiaan.

Terkait pengaruh spiritual dan dampak-dampak serta berkah ajaran-ajaran Qurani dalam kehidupan manusia, Ayatullah Khamenei percaya bahwa ketenangan jiwa dan agama, merupakan salah satu berkah mengenal ajaran-ajaran Quran, dan ketenangan ini membuka peluang peningkatan keimanan manusia kepada Tuhan dan kekuatan Ilahi.

Menurut Rahbar, jika ajaran-ajaran ini disebarluaskan, maka Al Quran akan menjadi faktor berpengaruh paling utama di dunia, dan kekuatan, senjata dan rezim Zionis Israel tidak akan bisa melakukan apapun.

Salah satu masalah umat manusia terkini adalah terpisahnya maknawiah, akhlak dan agama. Kubu imperialis juga memanfaatkan kekosongan besar ini untuk mempertipis moral dan spiritual masyarakat. Pasalnya, ketika sebuah masyarakat jauh dari nilai-nilai akhlak dan jalan menuju kebahagiaan hakiki, maka akan lebih mudah untuk dikuasai.

Oleh karena itu, apa yang penting bagi kubu adidaya dunia untuk menguasai negara-negara Muslim, adalah memisahkan agama dari masyarakat dan menjauhkan mereka dari pengamalan Quran secara benar. Pada kenyataannya, ini merupakan alat kubu hegemonik dunia.

Karena, tujuan dan maksud mereka di kawasan sepenuhnya bertolak belakang dengan tujuan dan maksud ajaran-ajaran Al Quran.

Karenanya, dari sudut pandang ini, Ayatullah Khamenei menganggap pencapaian kemuliaan, kekuatan, kesejahteraan materi, peningkatan spiritualitas, perluasan pemikiran dan keyakinan, dan kebahagiaan serta ketenangan batin, bergantung pada pengamalan Al Quran.

Rahbar menegaskan, jika hati kita menerima ajaran-ajaran Al Quran, maka pasti di dunia yang serba rumit, berkecamuk dan sarat masalah ini, kedalaman ajaran-ajaran Quran dan pengaruhnya akan lebih dipahami.

Transformasi yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa menjauhkan Muslimin dari Al Quran adalah bagian dari strategi Barat untuk mencegah penyebarluasan pemikiran pemersatu di antara umat Islam.

Di sisi lain, kepatuhan beberapa negara kawasan khususnya Arab Saudi atas tujuan-tujuan Amerika Serikat dan Israel dalam menyebarluaskan langkah-langkah perpecahan, telah menciptakan pembagian mazhab dan politik di negara-negara Islam.

Arab Saudi, dengan beragam dalih, bahkan dengan melarang pelaksanaan ibadah haji bagi sebagian negara, terus menggunakan cara-cara merusak ini. Ini adalah bahaya besar yang sangat mengancam persatuan Dunia Islam.

Gerakan-gerakan menyimpang ini, berusaha agar Muslimin jauh dari faktor-faktor pemersatu dan keyakinan kolektif yang dianjurkan oleh Al Quran kepada mereka dan berkaitan langsung dengan nasib seluruh umat Islam.

Sekarang ini, di saat umat Islam diserang dari segala penjuru oleh gerakan-gerakan menyimpang yang mengatasnamakan Islam dan menjadi objek penyalahgunaan musuh, bersandar pada ajaran Quran adalah masalah kunci.

Pasalnya, salah satu faktor yang menciptakan perpecahan, adalah ketidaktahuan atas ajaran-ajaran Quran, sebagai kitab suci pemersatu dan solidaritas umat Islam.

Ayatullah Khamenei juga menyinggung kekosongan identitas, pemikiran dan keimanan di dunia hari ini dan kebutuhan umat manusia terhadap ajaran-ajaran Quran.

Ia menuturkan, dengan memperkuat pondasi-pondasi keimanan kita dan mengenal bahasa transfer ajaran Quran kepada masyarakat, ajaran-ajaran ini dapat kita sebarluaskan di dunia.

Pengenalan atas hakikat Al Quran dapat mewujudkan persatuan dan menjadi simbol kekuatan lunak umat Islam dan jika sumber agung ini diperhatikan dan perintah Quran diamalkan, Dunia Islam dapat melewati setiap tantangan dalam menuju kemajuan dan mencapai kedudukan hakiki Islam. (HS)