Spanyol, Slovenia, Irlandia Desak Penghentian Kemitraan UE dengan Rezim Zionis
https://parstoday.ir/id/news/world-i188778-spanyol_slovenia_irlandia_desak_penghentian_kemitraan_ue_dengan_rezim_zionis
Pars Today - Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, mengumumkan bahwa negaranya bersama Slovenia dan Irlandia telah mengajukan permintaan untuk membahas penangguhan perjanjian kerja sama UE dengan rezim Israel. Ia menilai "kredibilitas" Uni Eropa bergantung pada sikapnya terhadap kebijakan perang Tel Aviv.
(last modified 2026-04-21T08:56:20+00:00 )
Apr 21, 2026 15:39 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares
    Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares

Pars Today - Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, mengumumkan bahwa negaranya bersama Slovenia dan Irlandia telah mengajukan permintaan untuk membahas penangguhan perjanjian kerja sama UE dengan rezim Israel. Ia menilai "kredibilitas" Uni Eropa bergantung pada sikapnya terhadap kebijakan perang Tel Aviv.

Melaporkan dari laman Guardian, IRNA pada Selasa, 21 April 2026, Albares menyatakan bahwa ketiga negara mengajukan permintaan tersebut dalam pertemuan para menteri luar negeri UE hari ini.

Proses ini, kata Albares, terkait dengan "kredibilitas" Uni Eropa dalam semua isu lainnya. "UE diharapkan menjunjung prinsip yang sama di mana pun," ujarnya.

"Jika UE Tak Bisa Tegur Israel, Kredibilitas Kita Akan Hancur"

Albares menegaskan bahwa jika UE saat ini "tidak dapat mengatakan kepada Israel" bahwa mereka diharapkan menghormati hak asasi manusia dan hukum internasional, serta tidak menjadikan perang sebagai alat kebijakan luar negeri, "maka kita akan kehilangan kredibilitas".

"UE hari ini harus mengatakan dengan jelas kepada Israel bahwa perubahan ini diperlukan. Jalur ini tidak benar. Selama Israel terus berada di jalur perang permanen dan abadi, kita tidak akan mampu melanjutkan hubungan dengan cara yang sama," kata Albares.

Jika penangguhan penuh perjanjian kerja sama tidak dapat diterima bagi beberapa anggota, kata Albares, maka UE harus mempertimbangkan penangguhan setidaknya bagian perdagangan dari perjanjian tersebut.

Dukungan dari Pejabat Tinggi UE

Kaja Kallas, pejabat kebijakan luar negeri UE, baru-baru ini juga mendukung tindakan komersial terhadap Tel Aviv, mengingat kurangnya mayoritas yang mendukung penangguhan penuh perjanjian kerja sama dengan rezim Israel.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengumumkan bahwa ia akan menyerahkan permintaan resmi untuk pembatalan perjanjian kemitraan UE dengan rezim Zionis hari ini (Selasa).

"Siapa pun yang melanggar hukum internasional, dan dengan demikian melanggar prinsip serta nilai-nilai UE, tidak dapat menjadi mitra uni ini," kata Sánchez.

Lebih dari 350 Mantan Pejabat Eropa Juga Bersuara

Sebelumnya, lebih dari 350 mantan pejabat tinggi Eropa menandatangani petisi yang menuntut penangguhan perjanjian kemitraan antara UE dan rezim Zionis.

Tiga negara Eropa, Spanyol, Slovenia, Irlandia, memimpin seruan untuk mengevaluasi ulang hubungan UE dengan Israel. Kredibilitas dipertaruhkan, kata mereka. UE tidak bisa terus berpura-pura bahwa Israel tidak melakukan pelanggaran.

"Jika UE tidak bisa mengatakan tidak pada Israel, lalu kepada siapa lagi UE bisa mengatakan tidak?", itulah pertanyaan yang menggantung di ruang rapat para menteri luar negeri Eropa.

Apakah Brussels akan mendengar? Atau akan kembali memilih diam, seperti yang sering terjadi? Karena sejarah menunjukkan, UE pandai mengkritik, tetapi lemah dalam bertindak.

Satu hal yang pasti: suara Eropa mulai terpecah. Dan bagi Israel, ini adalah peringatan bahwa dukungan tanpa syarat suatu hari bisa berakhir.(sl)