Ghalibaf: Tak Ada Negosiasi di Bawah Ancaman
-
Ketua Majelis Syura Islam Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf
Pars Today - Ketua Majelis Syura Islam Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump berniat mengubah meja negosiasi menjadi meja tempat menyerah. "Kami tidak akan bernegosiasi di bawah bayang-bayang ancaman," tegasnya.
Melaporkan dari IRNA, Selasa, 21 April 2026, Ghalibaf dini hari tadi menulis di X, "Dengan menerapkan blokade dan melanggar gencatan senjata, Trump ingin, dalam khayalannya, mengubah meja negosiasi menjadi meja penyerahan, atau sekadar mencari pembenaran untuk kembali menyulut perang."
"Kami tidak akan bernegosiasi di bawah bayang-bayang ancaman. Dalam dua minggu terakhir, kami telah bersiap untuk menunjukkan kartu-kartu baru di medan pertempuran," tegas Ketua Majelis.
Gencatan senjata yang diumumkan antara Republik Islam Iran dengan AS dan rezim Zionis pada 8 April 2026, bertujuan memberikan ruang bagi solusi diplomatik untuk mengakhiri perang secara permanen. Gencatan senjata ditetapkan selama dua minggu.
Negosiasi antara Tehran dan Washington berlangsung tiga hari kemudian, pada 11 April 2026, di Islamabad, Pakistan. Delegasi Iran dipimpin Ghalibaf, sementara delegasi AS dipimpin Wakil Presiden J.D. Vance. Negosiasi berakhir tanpa kesepakatan, tetapi dialog terus berlanjut.(sl)