Iravani: DK PBB Jangan Diam Hadapi Ancaman Harian Trump
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190224-iravani_dk_pbb_jangan_diam_hadapi_ancaman_harian_trump
Pars Today - Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB menyatakan bahwa Dewan Keamanan tidak boleh tinggal diam atau acuh tak acuh terhadap ancaman harian presiden AS terhadap Iran.
(last modified 2026-05-21T06:31:49+00:00 )
May 21, 2026 13:23 Asia/Jakarta
  • Amir Saeed Iravani, Wakil Tetap Iran untuk PBB
    Amir Saeed Iravani, Wakil Tetap Iran untuk PBB

Pars Today - Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB menyatakan bahwa Dewan Keamanan tidak boleh tinggal diam atau acuh tak acuh terhadap ancaman harian presiden AS terhadap Iran.

Amir Saeed Iravani, dalam pidatonya di Dewan Keamanan PBB tentang perlindungan warga sipil, menegaskan bahwa perlindungan warga sipil bukan hanya masalah kemanusiaan, tetapi kewajiban hukum yang mengikat berdasarkan hukum internasional, Konvensi Jenewa, dan Piagam PBB.

Sayangnya, tegas Iravani, saat ini warga sipil semakin sering menjadi sasaran serangan militer yang disengaja, hukuman kolektif, dan penghancuran infrastruktur sipil secara sistematis. Fakta tragis ini terbukti di Gaza, Lebanon, dan baru-baru ini dalam perang terhadap Iran.

Ia mengingatkan bahwa selama 40 hari perang yang tidak beralasan dan biadab itu, para agresor dengan sengaja menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil, melakukan pelanggaran serius dan sistematis terhadap hukum humaniter internasional. Namun, Dewan Keamanan gagal menjalankan tugasnya karena disabotase oleh satu anggota tetap yang justru menjadi agresor (AS).

Iravani secara eksplisit menyebut berbagai ancaman Trump yang menurutnya tidak boleh diabaikan DK PBB:

- Ancaman membom Iran dan mengembalikan Iran "ke zaman batu" .

- Penghancuran infrastruktur energi, ekonomi, dan industri Iran.

- Penargetan ilmuwan nuklir dan pejabat tinggi Iran.

- Retorika dan ancaman untuk menghancurkan peradaban Iran.

Iravani tidak sedang meminta pendapat. Ia sedang menuntut tindakan. Ia membawa keluhan Iran ke panggung tertinggi dunia, mencatat ancaman demi ancaman Trump, dan menyerukan kepada DK PBB: berhentilah menjadi penonton bisu. Namun, ironinya, panggung itu sendiri lumpuh karena kursi tetap diduduki oleh negara yang menjadi sasaran kecamannya. Sampai kapan? Selama AS masih punya hak veto, Iravani mungkin hanya akan terus berbicara dan dunia hanya akan terus mendengar, tanpa bisa berbuat banyak.(Sail)