Abdollahian: Kami Tak Ingin Kesepakatan Sementara dan Terbatas
-
Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian
Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, tidak ada inisiatif serius dan perlu diperhatikan dari pihak Amerika Serikat untuk pencabutan sanksi dan kembali ke kesepakatan nuklir JCPOA.
Hossein Amir Abdollahian, Minggu (6/2/2022) menjelaskan perkembangan terbaru dalam Perundingan Wina. Menurutnya, tindakan nyata pihak lawan perundingan, penting bagi Republik Islam Iran, dan tindakan nyata AS dalam mencabut sanksi harus dapat dilihat secara nyata dan terasa.
Sehubungan dengan klaim Utusan khusus pemerintah AS untuk Iran, Robert Malley yang mengatakan bahwa Washington menetapkan sejumlah syarat kepada Iran untuk kembali ke JCPOA, Abdollahian menuturkan, "Iran tidak menerima syarat apa pun dari AS, kami menginginkan kesepakatan yang baik, bukan kesepakatan sementara dan terbatas. Secara mendasar masalah prasyarat tidak muncul, perundingan dilakukan berdasarkan poin-poin pendapat pakar, dan hasil akhirnya adalah dicapainya kesepakatan yang baik dan menjamin kepentingan Iran."
Ditanya tentang berita bahwa Presiden AS Joe Biden sudah menandatangani beberapa pengecualian sanksi terkait aktivitas nuklir sipil Iran, Abdollahian menerangkan, "Apa yang penting bagi Iran adalah hasil dari dialog-dialog yang dilakukan selama Perundingan Wina, dan kesepakatan yang dihasilkan di dalamnya."
Putaran baru Perundingan Wina dihentikan sementara sejak 28 Januari 2022 dengan tujuan agar setiap delegasi melakukan negosiasi di negara masing-masing untuk mencapai kesepakatan.
Kesepakatan pencabutan sanksi akan diterima Iran, jika bisa diverifikasi dan dipastikan bisa menjamin kepentingan-kepentingan ekonomi Republik Islam terlepas dari aturan dalam negeri negara-negara lain terutama AS. (HS)