Iran dan Suriah Bekerja Sama di Bidang Sinema Perlawanan
Seniman dan pegiat sinema Republik Islam Iran dan Suriah akan bekerja sama dalam rangka Festival Film Perlawanan Internasional ke-17.
Delegasi seniman dan media tingkat tinggi dari Suriah, yang dipimpin oleh Ahmed Zawa, Asisten Menteri Kebudayaan Suriah mengunjungi Iran dan bertemu dengan Seyyed Mohammad Hosseini, Direktur Utama Asosiasi Sinema Revolusi dan Pertahanan Suci, Jalal Ghafari Qadeer Sekretaris Festival Internasional ke-17 untuk membahas kerja sama sinema.
Dalam pertemuan yang digelar hari Rabu (25/1/2023) di Kota Sinema Revolusi dan Pembela Suci Yayasan Budaya Fatah ini, kedua pihak membahas kerja sama di bidang produksi film, dokumenter, film pendek, serial, yang mengungkapkan isu-isu umum kawasan Asia Barat serta poros perlawanan Islam.
Ahmad Zawa menekankan pentingnya produksi film dan serial bersama antara kedua negara, dan mengatakan, “Sebuah keharusan untuk mengungkapkan realitas yang dihadapi pemerintah dan rakyat Suriah selama perang melawan teroris yang berupaya menghapus identitas dan menghancurkan peradaban Suriah,".
"Industri film memiliki peran yang bertujuan untuk menyampaikan gambaran nyata tentang apa yang terjadi di Suriah dan berbagai konsekuensi dari tindakan paksaan Barat terhadap rakyat Suriah, sekaligus untuk menghadapi media Barat yang menyesatkan," ujar Ahmad Zawa.
Dalam pertemuan ini, Seyed Mohammad Hosseini mengungkapkan adanya pengalaman baik dan kekuatan yang dapat dicapai dengan menggabungkan kapasitas dan memanfaatkan fasilitas dua negara untuk menghasilkan produksi sinema berkualitas.
Festival Film Internasional Perlawanan ke-17 diselenggarakan oleh Sinema Revolusi dan Asosiasi Pertahanan Suci Yayasan Budaya Narasi Fatah.(PH)