May 15, 2024 17:12 Asia/Jakarta
  • 15 Buku Baru Bertema Ahlul Bait dalam Bahasa Eropa dan Afrika Dirilis

Pameran 15 buku baru bertema Ahlul Bait as, dan budaya Syiah, ke dalam sembilan bahasa Eropa dan Afrika, pada Pameran Buku Internasional Tehran ke-35.

Pada acara yang dihadiri Sekjen Forum Internasional Ahlul Bait as, Ayatullah Reza Ramezani, buku Khorshid Maghreb (Matahari Timur) diterjemahkan ke bahasa Jerman, buku Ahkam Wijeh Banuvan (Fikih Perempuan), buku Marzdar-e Maktab-e Ahle Beit (Penjaga Aliran Ahlul Bait) tentang biografi Allamah Sayid Morteza Asgari, ke dalam bahasa Inggris, buku Ashena Ba Eslam (Mengenal Islam) ke bahasa Rusia, buku Syieh va Fonoun-e Eslam (Syiah dan Ilmu Islam), ke bahasa Prancis, buku Cheshmandazi be Hokoumat-e Hazrat-e Mahdi (Perspektif atas Pemerintahan Imam Mahdi), ke bahasa Hausa, buku Al Shalat Mi'raj Al Mu'min (Salat Mikraj Orang Mukmin), ke bahasa Swahili dan Fula, buku Haghighat Anguneh keh Hast (Kebenaran Sebagaimana Adanya), ke bahasa Rwanda dan Fula, dan buku Imam Hussein as, serta buku Ehya-e Sireh-e Payambar va Amir Momenin as (Menghidupkan Teladan Nabi dan Imam Ali), buku Adl-e dar Nazd-e Maktab-e Ahle Beit (Keadilan dalam Ajaran Ahlul Bait), Aghaed Syieh 12 Emami (Akidah Syiah 12 Imam), dan jilid pertama buku Ghurar Al Hikam wa Durar Al Kalam, ke bahasa Swahili.
 
Ayatullah Ramezani, dalam acara ini mengatakan bahwa sebuah masyarakat maju adalah masyarakat yang sadar. Ia menuturkan, "Buku menghubungkan manusia dengan masa lalu, dan masa depan."
 
Sekjen Forum Internasional Ahlul Bait as, menyinggung kelanjutan kemajuan ilmu pengetahuan Iran, dan menerangkan, "Di awal Revolusi Islam, peringkat ilmu pengetahuan Iran, menjadi ke-57, dan di beberapa bidang masuk peringkat 10 besar dunia dari sisi pertumbuhan ilmu pengetahuan." (HS)