Imam Khamenei di Hadapan Dubes Negara Islam: Perlawanan, Manifestasi Bi’tsah Nabi SAW
Jan 28, 2025 15:18 Asia/Jakarta
Parstoday – Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, mengatakan gerakan perlawanan yang dimulai dari kemenangan Revolusi Islam Iran, dengan akal dan iman, berhasil membangkitkan bangsa-bangsa Muslim, bahkan non-Muslim, dan menundukkan Rezim Zionis di Gaza dan Lebanon.
Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Selasa (28/1/2025) bertemu dengan Kepala tiga lembaga tinggi negara Iran, pejabat pemerintah, para duta besar negara-negara Muslim, dan berbagai lapisan masyarakat di hari Mab’ats (pengangkatan) Nabi Muhammad SAW.
Dalam pertemuan itu, Ayatullah Khamenei, menyebut Bi’tsah sebagai gerakan berkelanjutan dan permanen, dan pelajaran terpenting dari peristiwa ini bagi umat manusia khususnya Muslim, adalah penggunaan akal dan iman untuk mengubah pemikiran serta pemahaman.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, mengucapkan selamat atas Hari Mab’ats kepada rakyat Iran, umat Islam, dan seluruh penuntut kebebasan di dunia. Ia menganggap pandangan rasional terhadap peristiwa-peristiwa hari ini di dunia terutama bagi pemerintah Iran, sebagai hal yang urgen.
“Sejarah penjajahan menunjukkan terjadinya tiga tahap perampokan, yaitu perampokan sumber daya alam, perampokan dan perusakan budaya asli, dan perampokan serta penguasaan identitas nasional dan agama bangsa-bangsa dunia. Hari ini kekuatan-kekuatan jahat dunia sedang memaksakan tiga tahap penjajahan ini kepada bangsa-bangsa,” paparnya.
Pada saat yang sama, Imam Khamenei, menyebut Amerika Serikat berada di puncak kekuatan-kekuatan imperialis, penjajah, dan merupakan negara yang disusupi kekuatan-kekuatan finansial global.
Ia menambahkan, “Kartel-kartel kekuatan finansial besar, setiap hari, dengan cara tertentu, menyusun skenario untuk mengubah identitas dan kepentingan bangsa-bangsa dunia, serta memperluas infiltrasi penjajahannya, seperti kata Al Quran, semakin Anda mendapatkan masalah, maka mereka semakin puas.”
Ayatullah Khamenei melanjutkan, “Ketika anggota Kongres bertepuk tangan dan bersorak untuk pembunuh dan pelaku mutilasi ribuan anak Gaza, atau memberikan medali penghargaan kepada kapten kapal perang AS yang menembak jatuh pesawat sipil Iran, dengan 300 penumpangnya, itu adalah contoh dari batin yang jahat, permusuhan, dan kebencian mereka yang tersembunyi di balik senyuman-senyuman diplomasi, dan kita harus membuka mata di hadapan kenyataan-kenyataan ini.”
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, juga menekankan kewaspadaan dalam menghadapi berbagai peristiwa yang terjadi di dunia, dan menyebut gerakan perlawanan di masa kini merupakan sari pati dari Bi’tsah Kenabian, dan lahir dari Revolusi Islam Iran.
Terkait kemenangan luar bisa Gaza, Imam Khamenei mengatakan, “Wilayah kecil dan terbatas ini berhasil menundukkan Rezim Zionis yang dipersenjatai lengkap, dan bertumpu pada dukungan total AS, dan kemenangan ini disebabkan oleh penggunaan akal, iman serta kecintaan kepada Tuhan dan keyakinan kepada kemuliaan Ilahi.”
Ayatullah Khamenei, menilai perlawanan Hizbullah, meski mengalami kerugian karena kehilangan Syahid Hassan Nasrullah, adalah contoh lain dari manifestasi cemerlang perlawanan di masa kini.
“Hizbullah Lebanon, membuktikan bukan saja mereka belum berakhir, tapi dalam beberapa kasus dengan motivasi lebih besar, berdiri melawan Rezim Zionis,” pungkasnya. (HS)