Peran Strategis Iran dalam Transit Eurasia; dari Utara-Selatan ke Timur-Barat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i176704-peran_strategis_iran_dalam_transit_eurasia_dari_utara_selatan_ke_timur_barat
Iran memiliki posisi strategis di jantung Eurasia dan berdekatan dengan jalur perairan vital, yang menjadi titik pertemuan setidaknya 9 koridor transit dan ekonomi internasional.
(last modified 2025-09-08T02:29:42+00:00 )
Sep 08, 2025 09:25 Asia/Jakarta
  • Peran Strategis Iran dalam Transit Eurasia; dari Utara-Selatan ke Timur-Barat

Iran memiliki posisi strategis di jantung Eurasia dan berdekatan dengan jalur perairan vital, yang menjadi titik pertemuan setidaknya 9 koridor transit dan ekonomi internasional.

Koridor Transit dan Ekonomi Internasional Iran

Dengan pengembangan infrastruktur perkeretaapian dan pelabuhan, kehadiran aktif di jalur strategis, serta manajemen diplomatik, negara ini dapat memanfaatkan peluang ekonomi dan keamanan dari jalur-jalur tersebut sekaligus memperkuat posisinya dalam geopolitik kawasan.

Koridor Utara – Selatan

Menghubungkan India melalui Iran ke Rusia dan Eropa. Pada tahun 2024, volume transitnya meningkat 19 persen hingga mencapai 26,9 juta ton. Kehadiran aktif Iran memperkuat peran diplomatik dan ekonominya.

Koridor Timur – Barat (Sabuk dan Jalan Tiongkok)

Bagian dari proyek Sabuk dan Jalan, menjadikan Iran poros penghubung Asia Timur dengan Eropa. Memberi peluang investasi dan ekspor non-migas, namun terancam jalur alternatif dan instabilitas kawasan.

Koridor Kaukasus dan Zangezur

Memiliki sensitivitas geopolitik tinggi. Iran dan Armenia khawatir atas berkurangnya akses darat Iran ke Kaukasus dan meningkatnya pengaruh Turki serta Baku.

Koridor Teluk Persia – Mediterania

Memberi peluang mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz dan meningkatkan ekspor non-migas. Tantangannya adalah instabilitas kawasan dan persaingan internasional.

Koridor Afghanistan – Iran – Asia Tengah (Chabahar)

Menghubungkan Afghanistan ke laut lepas melalui Pelabuhan Chabahar. Memberi Iran peluang memperkuat ekonomi regional, namun terhambat instabilitas Afghanistan, sanksi, dan persaingan dari Gwadar.

Koridor Jalan Pembangunan Irak

Rencana strategis Irak untuk menghubungkan Teluk Persia ke Eropa melalui Turki. Iran berpeluang ambil bagian melalui diplomasi dan kerja sama perbatasan.

Koridor IMEC

Dirancang untuk melewati Iran. Keterlibatan rezim Zionis membatasi peran langsung Iran, sehingga hanya bisa berperan pelengkap atau sekunder.

Koridor Lapis Lazuli

Menghubungkan Afghanistan ke Eropa melalui Turkmenistan, Azerbaijan, dan Georgia. Iran dapat mengambil peran pelengkap melalui jalur penghubung.

Koridor Trans-Kaspia

Menghubungkan Tiongkok dan Asia Tengah ke Eropa melalui Laut Kaspia. Penting pasca perang Ukraina. Iran bisa berperan pelengkap dengan pengembangan pelabuhan dan rel.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Iran melalui manajemen diplomatik, pengembangan infrastruktur, serta pemanfaatan posisi geopolitiknya dapat menjadikan 9 koridor ini sebagai peluang ekonomi dan keamanan guna memperkuat peran regionalnya.(PH)