Lonjakan hubungan Iran-Uzbekistan; Kesepakatan Peta Jalan Perdagangan dan Pertambangan Komprehensif
Pars Today – Menyusul kunjungan delegasi tingkat tinggi ekonomi Iran ke Uzbekistan, kedua negara mencapai kesepakatan terkait implementasi peta jalan jangka pendek, menengah dan panjang untuk meningkatkan perdagangan dan pertambangan.
Diplomasi ekonomi Iran di kawasan ini menunjukkan tren yang dinamis. Di satu sisi, perjanjian dengan Uzbekistan telah membuka cakrawala baru dalam kerja sama industri dan pertambangan, dan di sisi lain, kemajuan dalam sinkronisasi kelistrikan dengan Rusia akan memperkuat hubungan Iran dengan pasar energi regional. Perkembangan ini, beserta pendefinisian ulang hubungan kekuatan internasional dengan Suriah, dibahas dalam paket berita dari Pars Today, yang dapat Anda baca berikut ini:
Kesepakatan Iran dan Uzbekistan untuk Peta Jalan Bersama
Hubungan ekonomi antara Iran dan Uzbekistan berada di ambang perubahan yang signifikan. Sayid Muhammad Atabak, Menteri Perindustrian, Pertambangan, dan Perdagangan Iran, dalam pertemuannya dengan para menteri Uzbekistan di Tashkent, menyampaikan tekad kuat kedua negara untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh para presiden masing-masing, serta menyebut hasil-hasil kesepakatan tersebut sebagai “pertanda lonjakan dalam pertukaran ekonomi.”
Dalam pertemuan yang dihadiri secara bersamaan oleh Laziz Kudratov, Menteri Investasi dan Perdagangan, serta Babur Islamov, Menteri Industri Pertambangan dan Geologi Uzbekistan, bersama dengan Sayid Mohammad Atabak dan delegasi ekonomi Iran, kedua pihak menegaskan komitmen mereka untuk menyusun peta jalan yang mencakup program jangka pendek, menengah, dan panjang guna memperluas kerja sama bilateral.
Kesepakatan tersebut akan membuka peluang kerja sama di bidang industri, pertambangan, dan perdagangan. Selain itu, delegasi ekonomi Iran juga mengunjungi sejumlah perusahaan industri besar dan taman teknologi di Tashkent, guna meninjau peluang kolaborasi serta transfer teknologi dua arah antara kedua negara.
Kemajuan dalam Sinkronisasi Jaringan Listrik dengan Rusia
Mostafa Rajabi Mashhadi, Direktur Utama Tavanir (Perusahaan Pengelola Produksi, Transmisi, dan Distribusi Tenaga Listrik Iran), mengumumkan bahwa pertemuan teknis telah diadakan bersama Rusia dan Republik Azerbaijan guna membahas sinkronisasi jaringan listrik di antara negara-negara tersebut. Rajabi Mashhadi menambahkan bahwa uji sinkronisasi sementara antara Iran dan Rusia telah berhasil dilakukan selama beberapa menit, dan apabila kekhawatiran teknis pihak Azerbaijan dapat diatasi, koneksi akhir akan segera terwujud. Ia menegaskan bahwa langkah ini akan meningkatkan stabilitas jaringan listrik Iran dalam kondisi darurat.
Hubungan Baru Rusia dengan Pemerintah Sementara Suriah
Dalam perkembangan kawasan, Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, mengumumkan dimulainya proses pembentukan hubungan resmi antara Moskow dan kepemimpinan baru Suriah yang dipimpin oleh Abu Muhammad al-Jolani. Peskov menyebut perundingan terakhir antara Rusia dan Suriah di Moskow sebagai “substansial dan berhasil.”
Menurut sejumlah laporan media, keberlanjutan keberadaan pangkalan-pangkalan militer Rusia di Suriah merupakan salah satu pokok utama dalam pembahasan tersebut. Peskov juga menyampaikan bahwa Moskow siap memfasilitasi pembicaraan telepon antara Presiden Vladimir Putin dan Donald Trump, dan menambahkan bahwa jika ada permintaan resmi dari Washington, percakapan tersebut akan diadakan secepat mungkin. (MF)