Araghchi: Iran siap Perundingan Nuklir yang Adil dan Setara
https://parstoday.ir/id/news/iran-i184790-araghchi_iran_siap_perundingan_nuklir_yang_adil_dan_setara
Pars Today – Menteri Luar Negeri Iran, seraya menekankan status damai program nuklir Iran, menyatakan bahwa Tehran siap untuk kembali memasuki perundingan nuklir, dengan syarat perundingan tersebut dilakukan dari posisi yang setara, berdasarkan kepentingan bersama, dan dengan saling menghormati.
(last modified 2026-01-30T14:18:00+00:00 )
Jan 30, 2026 21:14 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran dan Turki
    Menlu Iran dan Turki

Pars Today – Menteri Luar Negeri Iran, seraya menekankan status damai program nuklir Iran, menyatakan bahwa Tehran siap untuk kembali memasuki perundingan nuklir, dengan syarat perundingan tersebut dilakukan dari posisi yang setara, berdasarkan kepentingan bersama, dan dengan saling menghormati.

Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, pada hari Jumat (30/1/2026) dalam konferensi pers bersama dengan Hakan Fidan, sejawatnya dari Turki di Istanbul, menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak pernah mengejar senjata nuklir dan senjata tersebut tidak memiliki tempat dalam doktrin keamanan negara. Ia menyatakan bahwa Iran selalu siap membangun kepercayaan terkait sifat damai program nuklirnya dan, jika proses perundingan berlangsung adil dan tidak bias, Iran siap berpartisipasi dalam dialog yang bermakna.

 

Araghchi, seraya menyinggung perkembangan yang mengkhawatirkan di kawasan, menyebut campur tangan kekuatan asing dan kebijakan agresif rezim Zionis sebagai faktor utama ketidakstabilan. Ia menekankan bahwa keamanan setiap negara di kawasan saling terkait dengan keamanan seluruh kawasan, dan setiap perang atau ketidakamanan akan berdampak pada semua pihak.

 

Kepala diplomasi Iran itu juga menegaskan bahwa kemampuan pertahanan dan rudal negara sama sekali tidak akan menjadi agenda perundingan, dan keamanan nasional Iran merupakan garis merah yang tidak dapat dikompromikan. Araghchi menambahkan bahwa Iran, sebagaimana siap untuk berunding, juga siap untuk membela diri, dan setiap agresi akan menimbulkan konsekuensi yang melampaui sekadar konflik bilateral.

 

Menteri Luar Negeri Iran selanjutnya, seraya menyinggung hubungan historis dan persahabatan antara Tehran dan Ankara, menyampaikan apresiasi atas sikap prinsipil dan dukungan pemerintah Turki terhadap perkembangan terbaru serta agresi rezim Zionis terhadap Iran.

 

Sementara itu, Hakan Fidan, Menteri Luar Negeri Turki, juga menegaskan penolakan Ankara terhadap segala bentuk tindakan militer terhadap Iran, menilai dimulainya kembali perundingan nuklir dalam suasana yang konstruktif sebagai hal yang penting untuk meredakan ketegangan kawasan, serta menekankan peran diplomasi dalam menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan regional. (MF)