Oman Desak Dewan Keamanan PBB Hentikan Perang di Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i187184-oman_desak_dewan_keamanan_pbb_hentikan_perang_di_kawasan
Pars Today — Pemerintah Oman mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa‑Bangsa (PBB) untuk segera mengambil langkah menghentikan eskalasi perang yang tengah berlangsung di kawasan Asia Barat.
(last modified 2026-03-19T14:25:09+00:00 )
Mar 19, 2026 21:23 Asia/Jakarta
  • Menlu Oman al-Busaidi
    Menlu Oman al-Busaidi

Pars Today — Pemerintah Oman mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa‑Bangsa (PBB) untuk segera mengambil langkah menghentikan eskalasi perang yang tengah berlangsung di kawasan Asia Barat.

Dikutip dari Al Jazeera, Kementerian Luar Negeri Oman dalam pernyataannya pada Kamis (19/3/2026) menegaskan bahwa dialog merupakan satu‑satunya jalan terbaik untuk menemukan solusi atas krisis yang terjadi.

 

Oman juga mengutuk serangan terhadap fasilitas energi di Uni Emirat Arab, Qatar, dan Arab Saudi, serta menyatakan solidaritas penuh terhadap negara‑negara tersebut. Pemerintah Oman menekankan pentingnya mematuhi hukum internasional, menghindari serangan terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas energi global, serta menyerukan penurunan ketegangan dan penghentian operasi militer.

 

Sebelumnya, Oman juga telah mengecam serangan terhadap fasilitas South Pars milik Republik Islam Iran, yang dinilai sebagai pelanggaran hukum internasional dan ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan.

 

Agresi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 9 Esfand 1404 (28 Februari 2026), yang berujung pada gugurnya Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Khamenei. Serangan tersebut terjadi di tengah berlangsungnya perundingan tidak langsung antara Iran dan AS dengan mediasi beberapa negara kawasan.

 

Sejumlah analis menilai tindakan itu menunjukkan bahwa Washington tidak berkomitmen pada mekanisme dialog dan penyelesaian damai, serta masih menggunakan opsi militer sebagai alat tekanan politik.

 

Iran menanggapi serangan tersebut dengan operasi militer terarah dan proporsional, menargetkan instalasi militer dan keamanan Israel di wilayah pendudukan Palestina, serta sejumlah pangkalan AS di kawasan, melalui serangan rudal, drone, dan udara presisi.

 

Teheran menegaskan bahwa operasi itu berada dalam kerangka hak membela diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB, dengan tujuan menciptakan efek jera dan mencegah berlanjutnya agresi.

 

Iran memperingatkan bahwa setiap kelanjutan atau perluasan serangan akan dibalas dengan tindakan yang lebih keras dan luas. (MF)