Iran Incar Status "Kulkas" Timur Tengah via Koridor Utara-Selatan
-
Gholamreza Nouri Ghezeljeh, Menteri Pertanian Iran
ParsToday - Menteri Pertanian Iran mengumumkan kapasitas infrastruktur dan perencanaan untuk pengembangan perdagangan pangan.
Melaporkan dari IRNA, ParsToday pada Senin, 16 Februari 2026, memberitakan Gholamreza Nouri Ghezeljeh, Menteri Pertanian Iran, menyatakan bahwa dengan memanfaatkan posisi strategis di Koridor Utara-Selatan serta pengembangan infrastruktur pertanian dan industri, Iran dalam waktu dekat akan menjadi pusat perdagangan komoditas pokok dan sentra pangan kawasan.
Gholamreza Nouri Ghezeljeh dalam pertemuan membahas hambatan impor komoditas pokok di Sari, Ahad, 15 Februari 2026, mengatakan, "Negara kita dengan berada di Koridor Utara-Selatan dan kebutuhan pangan di Afrika, dalam waktu dekat akan menjadi pusat pangan kawasan."
Merujuk pada kapasitas industri, ia menambahkan bahwa di industri tepung terigu, minyak nabati, dan pakan ternak, telah terbangun infrastruktur tiga kali lipat dari kebutuhan negara. Dari kapasitas 30 juta ton industri tepung, hanya 10 juta ton yang dimanfaatkan, dan terdapat potensi hingga lima juta ton di sektor minyak nabati.
Menteri Pertanian Iran juga mengumumkan ketersediaan cadangan cukup untuk periode mendatang dan mengatakan, "Untuk kebutuhan bulan Ramadhan dan Tahun Baru, komoditas telah distok tiga kali lipat dari kebutuhan."
Ia menambahkan bahwa untuk pertama kalinya, bersamaan dengan pelabuhan selatan, 25 ribu ton komoditas dipindahkan melalui pelabuhan utara.
Nouri Ghezeljeh merujuk pada defisit neraca perdagangan delapan miliar dolar di sektor pertanian, menekankan pentingnya mengatasi hambatan impor dan menerapkan metode seperti barter serta impor tanpa transfer valuta asing. Ia juga mengumumkan akan diadakan pertemuan regional dengan para gubernur untuk memfasilitasi perdagangan dan memperkuat ketahanan pangan negara.(sl)