Jenderal Talaei-Nik: AS Harus Hentikan Tuntutan Ilegalnya
-
Brigjen Reza Talaei-Nik, Direktur Pengembangan Manajemen dan Perencanaan Strategis Kementerian Pertahanan Iran
Pars Today - Direktur Pengembangan Manajemen dan Perencanaan Strategis Kementerian Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak lagi berada dalam posisi untuk mendiktekan kebijakannya kepada bangsa-bangsa yang berdaulat.
Melaporkan dari Pars Today, Selasa, 28 April 2026, Brigjen Reza Talaei-Nik, dalam kunjungannya ke Kirgizstan, merujuk pada pentingnya kelanjutan jalur kuat angkatan bersenjata dan ketahanan luar biasa rakyat Iran di kancah internasional.
Ia menilai Organisasi Kerja Sama Shanghai, mengingat signifikansi serta cakupan geografis dan demografisnya yang luas, sebagai manifestasi keinginan bangsa dan negara untuk meninggalkan sistem unipolar yang tidak adil menuju sistem multipolar.
Segera setelah tiba di Bishkek, ia mengadakan pertemuan terpisah dengan para menteri pertahanan Kirgizstan, Rusia, Pakistan, dan Belarus, negara-negara anggota penting dan berpengaruh di SCO.
"AS Tak Lagi Bisa Mendikte"
Talaei-Nik menegaskan bahwa Amerika tidak lagi berada dalam posisi untuk mendikte kebijakannya kepada bangsa-bangsa yang berdaulat. "Fakta ini telah menjadi jelas bagi seluruh dunia berkat ketahanan rakyat dan angkatan bersenjata Iran. Amerika akan mengerti bahwa mereka harus menghentikan tuntutan ilegal dan tidak logis mereka," ujarnya.
Ia menyatakan bahwa saat ini seluruh dunia menganggap AS dan rezim Zionis sebagai simbol terorisme negara. "Kejahatan tak tahu malu mereka dalam membantai orang-orang tak berdosa, terutama anak-anak dan siswa sekolah Minab, telah menghancurkan reputasi dunia Barat dalam nilai-nilai yang mereka klaim perjuangkan," tegasnya.
Talaei-Nik tidak datang ke Kirgizstan hanya untuk menghadiri pertemuan. Ia datang untuk menyampaikan sebuah deklarasi: bahwa zaman di mana AS mendikte dunia sudah berakhir.
"Hentikan tuntutan ilegal dan tidak logis", ini bukan permintaan. Ini adalah pernyataan bahwa Iran, bersama sekutunya, tidak akan lagi menerima arogansi Washington sebagai fakta kehidupan.(sl)