Rouhani: Akar Terorisme di Kawasan, Buah Operasi Militer AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i18916-rouhani_akar_terorisme_di_kawasan_buah_operasi_militer_as
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, akar dan meluasnya terorisme di kawasan adalah buah dari langkah-langkah militer Amerika Serikat dalam perang di Irak, Afghanistan dan krisis Suriah.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 27, 2016 23:05 Asia/Jakarta
  • Hassan Rouhani, Presiden Iran
    Hassan Rouhani, Presiden Iran

Presiden Republik Islam Iran mengatakan, akar dan meluasnya terorisme di kawasan adalah buah dari langkah-langkah militer Amerika Serikat dalam perang di Irak, Afghanistan dan krisis Suriah.

Hassan Rouhani, Presiden Iran, Sabtu (27/8) di Tehran menuturkan, jika tidak ada agresi militer Amerika di Afghanistan dan Irak serta provokasi untuk menyulut perang di Suriah, maka terorisme tidak akan meluas sejauh ini di kawasan.

Rouhani menerangkan, akar terorisme yang dilakukan kelompok semacam Daesh yang hari ini melakukan kejahatan-kejahatan dan pertumpahan darah di kawasan, kembali ke agresi militer di kawasan ini, dan perang melawan terorisme harus dilakukan dengan kerja sama internasional.

Menyinggung perang di Afghanistan dan Irak, Rouhani menuturkan, Al Qaeda terbentuk karena agresi militer Uni Soviet ke Afghanistan dan kemudian terorisme berlanjut di negara itu karena pendudukan Amerika.

Presiden Iran menambahkan, perang-perang membawa dampak sangat destruktif di tingkat dunia, akan tetapi membela kemuliaan dan menyelamatkan negara dari pendudukan agresor, juga dapat memicu lahirnya perlawanan, pengorbanan, resistensi dan kekuatan nasional sebuah negara.

Rouhani juga menyinggung kondisi di awal pecahnya perang yang dipaksakan terhadap Iran dan mengatakan, perang yang dipaksakan terhadap Iran (agresi militer Irak) terjadi tidak lama setelah Republik Islam Iran berdiri dan Angkatan Bersenjata Iran masih diliputi banyak permasalahan.

Ia menegaskan, Pasukan Garda Revolusi Islam Iran, IRGC, militer, polisi, rakyat dan pasukan sukarelawan, Basij, semua di era Perang Pertahanan Suci turun ke medan tempur dan dalam perang yang dipaksakan terhadap Iran selama delapan tahun, mendukung Imam Khomeini, Pendiri Republik Islam Iran. (HS)