Hizbullah: Lebanon Tinjau Ulang Negosiasi Langsung dengan Zionis
-
Hassan Fadlallah, anggota parlemen yang berafiliasi dengan Hizbullah di Lebanon
Pars Today - Hassan Fadlallah, anggota parlemen yang berafiliasi dengan Hizbullah di Lebanon, menyatakan bahwa masih belum terlambat bagi pemerintah Lebanon untuk meninjau ulang negosiasi langsung dengan musuh Zionis.
Melaporkan dari Pars Today, Kamis, 23 April 2026, Hassan Fadlallah mengatakan bahwa pemerintah harus keluar dari jalan yang telah menyebabkan Lebanon mundur.
"Musuh Zionis menggunakan perlindungan politik yang diberikan Washington untuk menutupi kejahatannya," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa rezim Zionis meneror warga sipil dan menghancurkan rumah-rumah mereka.
Negosiasi Langsung: Risiko Besar bagi Lebanon
Fadlallah memperingatkan bahwa negosiasi langsung dengan musuh adalah risiko besar bagi Lebanon. "Ini memberi musuh izin politik gratis untuk menutupi kejahatannya," katanya.
Ia menegaskan bahwa masih belum terlambat untuk mencegah bahaya yang mengancam masa depan, integritas, dan kedaulatan nasional Lebanon.
Anggota parlemen yang berafiliasi dengan Hizbullah ini juga memperingatkan pemerintah Lebanon, "Memaksa negosiasi langsung dengan musuh akan memisahkan pemerintah dari rakyatnya."
Seruan untuk Kembali ke Persatuan Nasional
Fadlallah mendesak pemerintah Lebanon untuk kembali ke jalur kesepahaman nasional, bersatu melawan musuh dengan sikap yang bersatu, dan menjaga martabat darah para syuhada.
Negosiasi langsung dengan musuh di tengah pengeboman dan pembunuhan adalah bentuk penyerahan diri. Itulah pesan yang coba disampaikan Hizbullah melalui Fadlallah.
Washington memberi "lampu hijau", musuh Zionis mengebom, dan pemerintah Lebanon duduk di meja yang sama dengan mereka, seolah-olah darah yang mengalir di selatan bukan darah rakyatnya sendiri.
Fadlallah mengingatkan bahwa masih belum terlambat untuk menarik diri dari jalan yang salah. Dunia mungkin tidak mendengar, tetapi rakyat Lebanon, terutama mereka yang rumahnya rata dengan tanah, sedang memperhatikan dengan saksama.
Pertanyaannya: apakah pemerintah di Beirut akan mendengar seruan ini? Atau mereka akan terus berjalan di jalan yang dipilihkan Washington, menjauh dari rakyatnya sendiri?(sl)