Angkatan Bersenjata Iran Siap Berkorban untuk "Khorramshahr Berikutnya"
-
Pasukan angkatan bersenjata Iran
Pars Today - Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran dan Markas Besar Khatam Al-Anbiya dalam sebuah pesan peringatan hari jadi pembebasan Khorramshahr menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran, dengan dukungan rakyat yang gagah dan selalu hadir di medan perjuangan, siap berkorban jiwa raga tanpa keraguan sedikit pun untuk merebut "Khorramshahr-Khorramshahr berikutnya" yang akan datang.
Melansir Pars Today dari IRNA, 24 Mei 2026, Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran dan Markas Besar Khatam Al-Anbiya dalam pesannya yang dirilis untuk memperingati epik 3 Khordad, hari jadi pembebasan Khorramshahr, menulis, "Pembebasan Khorramshahr, sebagai simbol kemenangan front kebenaran melawan kebatilan, kekafiran, dan hegemoni global, telah menjadi landasan bagi penaklukan-penaklukan berikutnya Revolusi Islam serta perjalanan menuju kemajuan dan kekuatan Iran Islam. Peristiwa ini juga menyajikan model baru tata kelola yang penuh harapan bagi kaum Muslim dan para pejuang kebebasan di seluruh dunia."
Pernyataan itu menjelaskan, "Kemenangan ini membuktikan bahwa resistensi terhadap musuh apa pun, di level apa pun, dapat berujung pada keberhasilan. Frasa abadi 'Khorramshahr dibebaskan oleh Tuhan' telah menjadi fondasi bagi bangsa yang, dengan bertawakal kepada Allah, mampu menembus benteng-benteng kokoh musuh, mengalahkan sistem hegemoni global, dan mendorongnya ke dalam keputusasaan."
"Dalam melanjutkan kemenangan-kemenangan sebelumnya, seperti Pertahanan Suci selama 8 tahun, perang 12 hari yang dipaksakan, dan perang yang dipaksakan ketiga (Ramadan), jalur gemilang dan penuh cahaya ini akan terus berlanjut. Kaum Muslim dan pejuang kebebasan dunia akan merasakan manisnya pembebasan dari cengkeraman setan-setan dunia, khususnya Amerika dan rezim Zionis, serta meraih penaklukan-penaklukan yang lebih besar," tegas pernyataan Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran dan Markas Besar Khatam Al-Anbiya.
Di akhirnya pernyataannya disebutkan, "Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran yang perkasa, dengan dukungan rakyat Iran yang gagah dan selalu hadir di medan perjuangan, tanpa keraguan sedikit pun, siap berkorban jiwa raga dengan segenap kemampuan untuk merebut 'Khorramshahr-Khorramshahr berikutnya' di hadapan musuh-musuh Amerika dan Zionis. Kami akan membela Iran, rakyat Iran, dan sistem suci Republik Islam hingga tetes darah terakhir."
Pesan ini bukan sekadar retorika peringatan. Ia adalah deklarasi doktrin: bahwa Iran memandang setiap tantangan ke depan sebagai 'Khorramshahr berikutnya', bukan sebagai ancaman, tapi sebagai peluang untuk mengulang kemenangan. Frasa 'Tuhan yang membebaskan Khorramshahr' bukan hanya slogan religius; ia adalah strategi psikologis untuk mengubah ketidakseimbangan kekuatan menjadi keyakinan moral. Dalam geopolitik yang penuh ketidakpastian, pendekatan seperti ini bisa menjadi 'force multiplier' yang tak terlihat: membuat lawan ragu, sekaligus menguatkan barisan sendiri."(Sail)