Aboutorabi Fard: Pemerintahan Amerika Sama Sekali Tidak Dapat Dipercaya
-
Hujjatul Islam wal-Muslimin Sayid Mohammad Hassan Aboutorabi Fard, dalam khutbah salat Jumat Tehran
Pars Today - Khatib salat Jumat Tehran, dengan menyatakan bahwa kekuatan adalah buah dari kesabaran jalanan, medan perang, dan diplomasi secara bersama-sama, mengatakan: "Hari ini, pemerintahan Amerika Serikat sama sekali tidak dapat dipercaya."
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Hujjatul Islam wal-Muslimin Sayid Mohammad Hassan Aboutorabi Fard, dalam khutbah salat Jumat minggu ini di Tehran, mengatakan: "Kesabaran kolektif eksternal berarti keteguhan melawan musuh; Al-Qur'an berfirman bahwa kesabaran kalian tidak boleh kurang dari musuh." "Kesabaran bangsa Iran inilah yang mengalahkan Amerika Serikat, dan di medan ini, kesabaran bangsa Iran melampaui kesabaran semua musuh dan mewujudkan kemenangan."
Ia, dalam khutbah politik salat Jumat Tehran, merujuk pada pernyataan George Bush, Presiden AS saat itu, pada September 1990 dan rencana 'Tatanan Dunia Baru,' mengatakan: "Ia berbicara tentang pembentukan sistem unipolar setelah runtuhnya Uni Soviet, dan mengklaim bahwa dunia yang didasarkan pada hukum, kesejahteraan, dan penghormatan kekuatan terhadap bangsa-bangsa sedang terbentuk."
Ia menambahkan: "Tetapi dalam praktiknya, struktur kekuasaan yang sama, dalam dua perang besar melawan bangsa Irak dan Afghanistan, menewaskan ratusan ribu manusia, dan dengan biaya sekitar 5 triliun dolar, mengungkap realitas yang berbeda dari tatanan yang diklaimnya." "Hari ini juga, serangan sistem dominasi ini terhadap kemanusiaan, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan di Gaza, Beirut, Palestina, dan Iran Islam dapat diamati."
Khatib salat Jumat Tehran selanjutnya mengatakan: "Strategi Imam Syahid (Khomeini) adalah menciptakan kekuatan bagi bangsa Iran dan poros perlawanan untuk bertahan melawan Amerika Serikat dan tidak membiarkan para serakah dunia menyita kepentingan bangsa-bangsa." "Kekuatan ini terbentuk di Iran, dan buahnya adalah keteguhan melawan front arogansi global dan terwujudnya kemenangan dalam beberapa tahun terakhir." (MF)