Shahin: 'Penyapu Laut' Pemburu Ranjau Paling Mematikan di Asia Barat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191818-shahin_'penyapu_laut'_pemburu_ranjau_paling_mematikan_di_asia_barat
Pars Today - Pentingnya angkatan laut bagi keamanan nasional dan kekuatan Republik Islam Iran sebagai negara yang memiliki garis pantai panjang di perbatasan utara dan selatannya, dan di sisi lain terletak di bidang geostrategis Teluk Persia, tidak dapat disangkal.
(last modified 2026-06-20T10:17:47+00:00 )
Jun 20, 2026 17:16 Asia/Jakarta
  • Kapal Shahin
    Kapal Shahin

Pars Today - Pentingnya angkatan laut bagi keamanan nasional dan kekuatan Republik Islam Iran sebagai negara yang memiliki garis pantai panjang di perbatasan utara dan selatannya, dan di sisi lain terletak di bidang geostrategis Teluk Persia, tidak dapat disangkal.

Menurut laporan Pars Today, mengingat hal ini dan juga fakta bahwa Iran telah berada di bawah sanksi persenjataan selama beberapa dekade, perhatian pada kemampuan domestik untuk menyediakan kapal dan peralatan laut menjadi prioritas utama kegiatan industri maritim Iran.

 

Salah satu kapal terpenting di bidang maritim adalah kapal perang ranjau atau anti-ranjau, yang tugasnya adalah mengidentifikasi, mengumpulkan, dan menghancurkan ranjau musuh. Sehubungan dengan ini, industri maritim Kementerian Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata berupaya membuat kapal pemburu ranjau "Shahin."

 

Gambaran Umum

 

Kapal pemburu ranjau Shahin pada 14 Juni 2021 (24 Khordad 1400) dalam sebuah upacara resmi di Bandar Abbas bergabung dengan armada Angkatan Laut Artesh Republik Islam Iran.

 

Amir Hatami, Menteri Pertahanan Iran saat itu, tentang pentingnya pengoperasian kapal pemburu ranjau Shahin, menyatakan: "Ancaman perairan terdekat oleh ranjau laut yang dapat digunakan oleh kekuatan luar kawasan dan kelompok teroris, dan perlunya kesiapan untuk menghadapinya, menjadi motivasi bagi angkatan laut dan industri maritim Iran untuk bergerak menuju desain dan pembangunan kapal pemburu ranjau pertama, dan dengan pengoperasian kapal ini, peran Iran dalam menegakkan keamanan jalur laut akan lebih dari sebelumnya."

 

Laksamana Muda Habibollah Sayyari, Wakil Koordinator Artesh Iran, juga merujuk pada fakta bahwa kapal perusak pemburu ranjau Shahin adalah yang pertama kali dibuat di industri pertahanan Iran, mengatakan: "Kapal Iran ini bertugas membersihkan ranjau yang mungkin ditinggalkan musuh di laut-laut di bawah kedaulatan Republik Islam Iran." "Sekarang produk pertahanan ini telah tersedia untuk Angkatan Laut Artesh Iran."

 

Dengan demikian, kapal pemburu ranjau Iran pertama memasuki arena operasional. Proyek pembangunan kapal Shahin berlangsung selama 7 tahun dengan menghabiskan 32.000 jam kerja, dan lebih dari 500 pengujian dilakukan padanya. Dikatakan bahwa setidaknya dua kapal lain yang mirip dengan kapal pemburu ranjau Shahin sedang dalam pembangunan, yang akan memulihkan kemampuan penjinakan ranjau Angkatan Laut Artesh Iran.

 

Fitur

 

Kapal pemburu ranjau Shahin dengan panjang 33 meter, lebar 11 meter, dan sarat air 180 sentimeter, dibuat di bawah pengawasan Angkatan Laut Artesh dan oleh para pakar industri maritim Kementerian Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran.

 

Pelaksanaan proyek desain dan pembangunan kapal pemburu ranjau pertama Republik Islam Iran, Shahin, dengan misi menemukan, mengidentifikasi, dan menghancurkan berbagai jenis ranjau laut dasar, tenggelam, dan melayang menggunakan teknologi komposit dan juga efek permukaan dalam bentuk dua lambung (katamaran), dimulai pada tahun 2013 (1392), dan setelah melakukan lebih dari empat kegiatan eksekutif serta pemasangan dan pengoperasian lebih dari 60 sistem mekanik, fasilitas, propulsi, listrik dan elektronik, dan navigasi, mencapai tahap operasional.

 

Mengingat pemanfaatan kapal domestik ini dari teknologi terkini dunia, pelacakan dan netralisasi berbagai jenis ranjau laut adalah kemampuan utamanya.

 

Penggunaan teknologi komposit dengan metode panel sandwich dalam desain dan pembangunan lambung kapal ini dengan tujuan mengurangi berat dan menciptakan kekuatan tinggi, penggunaan teknologi kapal efek permukaan dengan menciptakan bantalan udara di haluan dan buritan kapal untuk mengurangi sarat air dan akibatnya secara signifikan mengurangi tekanan lambung pada air dan sensor ranjau laut, penggunaan sistem penstabil posisi kapal pertama di laut yang disebut "DP 1," sistem sonar pencari ranjau berpresisi tinggi, dan desain serta pembuatan sistem pengangkatan (hovering) kapal domestik pertama adalah di antara teknologi terbaru dan domestik terpenting dari kapal pemburu ranjau Shahin.

 

Juga, desain dan pembuatan sistem robotik kendali jarak jauh bawah air pemburu ranjau jarak jauh pertama (ROV) adalah inovasi lain di kapal ini. Alat ini mampu mengidentifikasi ranjau yang dipasang di dasar laut atau ranjau berjangkar yang melayang, dan menentukan lokasi pastinya.

 

Penyelam khusus penjinakan ranjau, dengan menggunakan informasi ini, menghancurkan ranjau yang dipasang. Alat ini, dengan panjang 2,25 meter dan berat 320 kilogram, kecepatan maksimum 11 kilometer per jam, memiliki sonar kecil, dan dikendalikan dari kapal melalui kabel optik sepanjang 2.000 meter. Kedalaman maksimum untuk alat ini adalah 400 meter.

 

Di antara kemampuan terpenting kapal pemburu ranjau Shahin adalah ketahanan struktur terhadap guncangan akibat ledakan bawah air, efek magnetik, akustik, dan tekanan yang sangat rendah terhadap sensor berbagai jenis ranjau laut, kemampuan manuver, ketahanan, dan keseimbangan yang baik di laut mengingat jenis desain lambung kapal, dan tahan terhadap fenomena korosi di laut mengingat teknologi komposit kapal. (MF)