"Jangan Jadi Anak Buah": Velayati Kecam Negara Arab yang Ikut-ikutan AS
-
Ali Akbar Velayati , Penasihat Pemimpin Revolusi Islam dalam Urusan Internasional
Pars Today - Penasihat Pemimpin Revolusi Islam dalam Urusan Internasional menegaskan bahwa stabilitas negara-negara Arab di sekitar Teluk Persia saat ini adalah karena pengelolaan abadi Iran atas jalur vital Selat Hormuz.
Melansir IRNA, 27 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa Ali Akbar Velayati , Penasihat Pemimpin Revolusi Islam dalam Urusan Internasional, pada hari Jumat (26/6) dalam sebuah pesan di media sosial, menanggapi pernyataan bersama AS dan GCC, menulis:
"Stabilitas negara-negara Arab di sekitar Teluk Persia saat ini adalah karena pengelolaan abadi Iran atas jalur vital Selat Hormuz. Barat tidak pernah membawa apa pun ke kawasan ini selain kebiadaban dan penjarahan."
Ia menambahkan, "Para 'penghuni pinggiran' dan 'anak-anak politik' di kawasan ini tidak boleh terlalu senang dengan pernyataan-pernyataan yang dipesan. Mereka harus tahu bahwa kelangsungan hidup kalian adalah sisa-sisa makanan dari meja ini."
Velayati menegaskan, "Dalam pengaturan ulang keseimbangan kekuatan besar, negara-negara kecil di pinggiran tidak memiliki tempat di meja perundingan. Mereka akan tersingkir, dan kelangsungan hidup strategis mereka bergantung pada toleransi Tehran."
Pernyataan Ali Akbar Velayati ini adalah salah satu pernyataan paling kontroversial yang pernah dikeluarkan oleh seorang penasihat senior Pemimpin Iran. Dengan mengatakan bahwa stabilitas negara-negara Teluk "adalah karena pengelolaan Iran atas Selat Hormuz," ia menegaskan bahwa negara-negara Teluk bergantung pada Iran untuk keamanan mereka, bukan pada AS.
Dengan menggunakan bahasa yang menghina seperti "anak-anak politik" dan "penghuni pinggiran", Velayati merendahkan negara-negara Teluk dan menuduh mereka sebagai negara kecil yang tidak memiliki peran dalam politik global. Ini adalah pernyataan yang dirancang untuk mempermalukan mereka dan untuk menunjukkan bahwa Iran adalah aktor utama di kawasan.
Dengan mengatakan bahwa "kelangsungan hidup strategis mereka bergantung pada toleransi Tehran", Velayati memperingatkan bahwa Iran dapat, jika mau, menghentikan aliran minyak melalui Selat Hormuz dan bahwa negara-negara Teluk akan menderita lebih dari siapa pun.
Mengapa Ini Penting?
Menegaskan Dominasi Iran: Pernyataan ini adalah bagian dari upaya Iran untuk menegaskan dominasinya di kawasan dan untuk menunjukkan bahwa mereka adalah aktor yang tidak bisa diabaikan.
Mengancam Negara-Negara Teluk: Dengan mengatakan bahwa mereka "bergantung pada toleransi Tehran," Velayati mengirim pesan bahwa negara-negara Teluk harus berhati-hati dalam bersekutu dengan AS.
Membangun Narasi "Kami yang Mengatur": Ini adalah narasi yang sering digunakan oleh Iran: bahwa mereka adalah penjaga Selat Hormuz dan bahwa stabilitas kawasan bergantung pada mereka.(Sail)