"Mereka Tidak Akan Berhasil": Araghchi Bertemu Pemimpin Perlawanan
-
Pertemuan Menlu Iran dengan tokoh-tokoh Poros Perlawanan dari Palestina, Lebanon dan Yaman
Pars Today - Laila Naji, Sekretaris Jenderal Front Populer untuk Pembebasan Palestina-Komando Umum, dan Jamil Mazhar, Wakil Sekretaris Jenderal Front Populer untuk Pembebasan Palestina, bersama dengan sejumlah anggota senior dari kedua gerakan perlawanan Palestina, bertemu dengan Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, pada Sabtu (4/7) sore.
Melansir IRNA, 4 Juli 2026, Pars Today melaporkan bahwa Laila Naji dan Jamil Mazhar, yang melakukan perjalanan ke Tehran untuk berpartisipasi dalam upacara perpisahan dengan Pemimpin Syahid Revolusi Islam, dalam pertemuan ini, seraya memuji sikap historis dan berani Pemimpin Syahid Iran dalam mendukung perjuangan Palestina, menyatakan keyakinan mereka bahwa dengan kemenangan gemilang angkatan bersenjata Iran di bidang pertahanan dan para perunding Iran di bidang diplomasi, di bawah naungan ketahanan, perlawanan, dan solidaritas rakyat Iran, Republik Islam Iran akan melanjutkan jalur martabat, kemerdekaan, dan kemajuan dengan kekuatan dan ketegasan.
Pada hari Sabtu (4/7), delegasi dari Gerakan Hamas juga dalam pertemuan dengan Araghchi memuji sikap prinsipil dan berani Imam Syahid Khamenei dalam mendukung tujuan suci Palestina dan mendukung perlawanan sah rakyat Palestina melawan pendudukan dan kejahatan rezim Zionis di Palestina yang diduduki.
Menteri Luar Negeri Iran, dalam pertemuan ini, seraya mengapresiasi kehadiran para pemimpin kelompok perlawanan Palestina dalam upacara penghormatan kepada Pemimpin Syahid Revolusi Islam, menegaskan, "Musuh Zionis dan Amerika yang kriminal membayangkan bahwa dengan pembunuhan fisik para pemimpin perlawanan, mereka dapat memusnahkan pohon suci ini. Namun dalam praktiknya, darah suci para martir perlawanan telah menyebabkan skandal dan kekalahan para penjahat Amerika dan rezim Zionis."
Pertemuan Delegasi Hizbullah Lebanon dengan Araghchi
Delegasi Hizbullah Lebanon, dipimpin oleh Muhammad Fneish, bersama dengan sejumlah anggota parlemen dan anggota senior Hizbullah yang datang ke Tehran untuk mewakili Syekh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah, untuk berpartisipasi dalam upacara perpisahan dan memberikan penghormatan kepada kedudukan agung Ayatullah Agung Sayid Ali Hosseini Khamenei, Pemimpin Syahid Revolusi Islam, juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran pada Sabtu (4/7) sore.
Muhammad Fneish, perwakilan Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, dalam pertemuan ini memuji ketahanan dan keteguhan bangsa Iran, pertahanan kuat angkatan bersenjata Republik Islam Iran terhadap negaranya, dan keahlian para perunding Iran di bidang diplomasi, terutama dukungan mereka terhadap integritas teritorial dan kedaulatan nasional Lebanon.
Araghchi juga dalam pertemuan ini, seraya memuliakan kenangan Syahid Sayid Hassan Nasrallah dan semua syahid perlawanan Lebanon, menegaskan bahwa Republik Islam Iran akan menindaklanjuti dengan serius tuntutan penghentian perang di Lebanon dan pengakhiran pendudukan sesuai dengan Pasal 1 nota kesepahaman penghentian perang.
Pertemuan Wakil Perdana Menteri Yaman dengan Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran
Mayjen Jalal Al-Ruwishan, Wakil Perdana Menteri Yaman, dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Iran, menyampaikan belasungkawa atas kesyahidan Pemimpin Syahid Revolusi Islam, Imam Khamenei, kepada Pemimpin Revolusi Islam, pemerintah, dan rakyat Iran, dan mengucapkan selamat atas kemenangan besar dan bersejarah Iran dalam menghadapi para agresor AS-Israel, serta kemenangan Iran di bidang diplomatik.
Menteri Luar Negeri Iran juga mengapresiasi sikap berani dan terhormat pemerintah dan rakyat Yaman dalam mengutuk tegas agresi militer AS dan rezim Zionis terhadap Iran dan menyatakan solidaritas mereka dengan rakyat Iran. Araghchi juga menekankan kesiapan Iran untuk menggunakan semua kapasitas diplomatik untuk mengakhiri blokade dan implementasi penuh peta jalan perdamaian Yaman.
Pernyataan Araghchi bahwa darah syuhada perlawanan "telah menyebabkan skandal dan kekalahan" para penjahat AS dan Israel adalah pesan yang jelas bahwa kesyahidan Khamenei, alih-alih melemahkan Poros Perlawanan, akan memperkuat tekad mereka.
Pertemuan Araghchi dengan para pemimpin perlawanan Palestina, Hizbullah, dan Yaman menunjukkan bahwa solidaritas Poros Perlawanan tetap kuat dan bahwa Iran akan terus mendukung mereka, terlepas dari tekanan internasional atau perubahan kepemimpinan.
Penegasan Araghchi bahwa Iran akan menindaklanjuti tuntutan penghentian perang di Lebanon dan pengakhiran pendudukan adalah peringatan bahwa Iran akan terus menekan AS dan Israel untuk mematuhi ketentuan MoU.
Pernyataan Araghchi bahwa Iran siap menggunakan semua kapasitas diplomatik untuk mengakhiri blokade Yaman dan mengimplementasikan peta jalan perdamaian adalah sinyal bahwa Iran tidak akan melupakan sekutunya di Yaman dan akan terus mendukung mereka dalam konflik dengan Arab Saudi dan sekutunya.(Sail)