Usai Upacara Pemakaman di Irak, Pezeshkian Tinggalkan Najaf
-
Ali Faleh Al-Zaidi, Perdana Menteri Irak dan Masoud Pezeshkian, Presiden Iran
Pars Today - Presiden Republik Islam Iran, setelah berpartisipasi dalam upacara penerimaan resmi untuk jenazah suci Pemimpin Syahid Revolusi Islam dan berziarah ke Haram Amirul Mukminin (Imam Ali as), meninggalkan Najaf menuju Tehran beberapa saat yang lalu.
Melansir IRNA, 8 Juli 2026, Pars Today melaporkan bahwa Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran, setelah menyelesaikan program kunjungannya ke Irak, pada dini hari Rabu (6/7), meninggalkan Najaf menuju Tehran.
Presiden, dalam kunjungan ini yang dilakukan untuk berpartisipasi dalam upacara penerimaan jenazah suci Pemimpin Syahid Revolusi Islam, selain hadir dalam upacara penerimaan resmi dan memberikan penghormatan kepada kedudukan agung Pemimpin Syahid, juga bertemu dan berdialog dengan Ali Faleh Al-Zaidi, Perdana Menteri Irak.
Dr. Pezeshkian juga, selama berada di kota suci Najaf, berziarah ke Haram Amirul Mukminin (Imam Ali as) dan disambut dengan hangat dan antusias oleh para peziarah dan penduduk di sekitar Haram Alawi.
Presiden juga bertemu dan berdialog dengan Kepala Pengelola Haram Alawi.
Kunjungan Presiden Iran ke Najaf adalah momen yang sangat simbolis. Ini menunjukkan bahwa Iran dan Irak bersatu dalam duka atas kesyahidan Pemimpin Iran, dan bahwa hubungan antara kedua negara tetap kuat.
Kunjungan Pezeshkian memiliki dua dimensi: spiritual (berziarah ke makam Imam Ali) dan diplomatik (bertemu dengan Perdana Menteri Irak). Ini adalah pengingat bahwa hubungan Iran-Irak tidak hanya politik, tetapi juga religius dan budaya.(Sail)