Perlawanan Islam Irak: Respons Militer Terhadap Serangan AS dan Saudi Pasti
-
Perlawanan Islam Irak
Pars Today - Perlawanan Islam Irak, dalam sebuah pernyataan, mengutuk keras serangan AS-Saudi terhadap posisi-posisi Al-Hashd al-Shaabi Irak.
Sebagaimana dilaporkan Mehr News mengutip Al-I'lam al-Harbi, Rabu, 29 Juli 2026, Perlawanan Islam Irak, dalam sebuah pernyataan, mengutuk keras serangan AS-Saudi terhadap posisi-posisi Al-Hashd al-Shaabi Irak.
Dalam pernyataan ini disebutkan, "Setelah Perlawanan Islam dengan tegas membantah penargetan rezim Saudi dan fasilitas-fasilitasnya, musuh Amerika melakukan kejahatan baru dan menargetkan pasukan Al-Hashd al-Shaabi dan Mawkib (pos pelayanan) yang melayani para peziarah Haram Imam Husain (as) di kota suci Karbala, yang mengakibatkan puluhan syahid dan terluka."
Perlawanan Islam Irak menyatakan, "Kami dengan tegas menekankan bahwa rezim Saudi tidak lain dan tidak akan pernah menjadi apa pun selain belati pengkhianat atau alat kotor yang dijalankan oleh Gedung Putih dan organisasi intelijennya yang mencurigakan. Sebagaimana sebelumnya ia menggunakan fasilitasnya untuk mengirimkan agen-agen bunuh diri guna menumpahkan darah orang-orang Irak, hari ini ia terpaksa memperbarui perjanjian kepatuhan butanya untuk melaksanakan kejahatan-kejahatan dan perintah-perintah kriminal dari tuannya, dengan tujuan melemahkan tekad rakyat kita yang mulia."
Pernyataan itu mengatakan, "Bahkan jika untuk tujuan argumentasi kita menerima kebenaran klaim mereka bahwa serangan terhadap fasilitas minyak mereka berasal dari Irak, apakah dapat dibayangkan bahwa sebuah upaya (yang gagal) untuk menargetkan sumur minyak akan direspons dengan gugurnya dan terlukanya puluhan orang tak berdosa?!"
"Bahkan jika pada masa kritis ini kita berasumsi bahwa kita telah menyerahkan senjata dan rudal kita kepada pemerintah agar pemerintah memikul tanggung jawab membela kedaulatan, integritas teritorial, dan rakyat Irak, dalam menghadapi ujian nyata di lapangan ini, sikap tegas apa yang akan diambil pemerintah untuk membuktikan kepada semua orang bahwa ia memiliki kemampuan untuk mencegah para agresor dan membalas mereka yang menumpahkan darah suci para syuhada, sebagaimana para pejuang telah berulang kali melakukannya di Irak?"
Perlawanan Islam Irak menyatakan, "Oleh karena itu, kami mengumumkan hal-hal berikut:
"Pertama: Kami memberi tenggat waktu kepada pejabat pemerintah yang meminta perlawanan untuk melucuti senjata hingga 23 Safar untuk melihat apa yang akan mereka lakukan.
"Kedua: Karena kekhawatiran kami terhadap keamanan para peziarah Imam Husain (as) dan para pengelola posko pelayanan yang terhormat, dan untuk mencegah gangguan apa pun pada upacara Arbain yang diberkati sebelum selesai, respons kami terhadap musuh Amerika pasti akan terjadi, dan para agennya di Arab Saudi juga dapat menjadi sasaran jika diperlukan."
Perlawanan Islam Irak, di akhir pernyataannya, memohon rahmat dan ridha Ilahi bagi para syuhada dari agresi ini, dan kesembuhan segera bagi yang terluka.(Sail)