Mayjen Safavi: Musuh tidak Mampu Lemahkan Pertahanan Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i193048-mayjen_safavi_musuh_tidak_mampu_lemahkan_pertahanan_iran
Pars Today - Asisten dan Penasihat Tinggi Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, mengenai perang terakhir melawan Iran, menyatakan: Amerika Serikat dan rezim Zionis memasuki perang ini dengan tujuan melemahkan Republik Islam, mengganggu kohesi internal, dan mengubah perimbangan regional, tetapi gagal mencapai tujuan mereka.
(last modified 2026-07-12T15:19:58+00:00 )
Jul 12, 2026 23:25 Asia/Jakarta
  • Mayjen. Sayid Yahya Rahim Safavi
    Mayjen. Sayid Yahya Rahim Safavi

Pars Today - Asisten dan Penasihat Tinggi Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, mengenai perang terakhir melawan Iran, menyatakan: Amerika Serikat dan rezim Zionis memasuki perang ini dengan tujuan melemahkan Republik Islam, mengganggu kohesi internal, dan mengubah perimbangan regional, tetapi gagal mencapai tujuan mereka.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Mayor Jenderal Sayid Yahya Rahim Safavi, menilai serangan militer AS dan rezim Zionis terhadap Iran dan pembunuhan Pemimpin Revolusi sebagai kesalahan strategis terbesar musuh, dan mengatakan: "Musuh tidak hanya gagal mencapai tujuannya, tetapi tindakan ini justru memperkuat kohesi nasional dan meningkatkan solidaritas bangsa Iran."

 

Ia menekankan: "Persatuan nasional, dukungan terhadap kepemimpinan, dan penguatan kekuatan internal adalah persyaratan terpenting untuk melewati kondisi perang."

 

Asisten dan Penasihat Tinggi Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, dengan merujuk pada kehadiran luas rakyat dalam upacara pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi, menilai upacara ini sebagai salah satu perkumpulan rakyat terbesar dalam sejarah kontemporer, dan menambahkan: "Kehadiran luas rakyat Iran di Tehran, Qom, Mashhad, Najaf, dan Karbala adalah manifestasi dari hubungan mendalam bangsa dengan cita-cita Revolusi Islam dan memiliki dampak luas di media-media dunia."

 

Mayjen. Safavi menambahkan: "Kehadiran ini menunjukkan bahwa modal sosial Revolusi Islam masih hidup dan dinamis, dan operasi psikologis serta tekanan musuh tidak mampu melemahkan hubungan ini."

 

Letnan Jenderal Safavi, dengan merujuk pada dampak strategis perang terakhir AS melawan Iran, mengatakan: "Sebagaimana gerakan Asyura menginspirasi orang-orang merdeka di dunia, darah Pemimpin Syahid Revolusi dan para syuhada lainnya di jalan ini juga akan memperkuat semangat perlawanan di antara bangsa-bangsa merdeja dunia, dan pengaruhnya akan melampaui batas-batas Iran."

 

Asisten dan Penasihat Tinggi Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, dengan menekankan peran rakyat dalam melewati kondisi kritis saat ini, mengatakan: "Republik Islam Iran dalam empat dekade terakhir dengan mengandalkan iman, persatuan, dan kehadiran rakyat, telah melewati berbagai krisis, dan hari ini juga dengan menjaga kohesi nasional, memperkuat kekuatan internal, dan melanjutkan semangat perlawanan, akan melewati tahap ini dengan sukses." (MF)