Drone Iran Serang Pangkalan dan Fasilitas Penting Amerika di Kuwait
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, sebagai respons atas berulangnya serangan musuh terhadap sejumlah wilayah Iran, Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran pada Rabu dini hari, dalam tahap ke-21 Operasi Saeqeh, melancarkan serangan besar-besaran menggunakan drone penghancur terhadap gudang amunisi dan peralatan logistik pusat komando pasukan darat militer Amerika Serikat di Kamp Doha, yang terletak di bagian barat Kuwait.
Kamp Doha merupakan salah satu pangkalan militer Amerika Serikat yang terbesar dan terpenting di wilayah barat Kuwait. Pangkalan ini berfungsi sebagai pusat dukungan bagi pasukan Amerika di kawasan Asia Barat dan menjadi lokasi penempatan sejumlah besar peralatan militer serta personel Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara AS.
Di sisi lain, Humas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa para pejuang IRGC pada Selasa malam, dalam kelanjutan gelombang ke-24 Operasi Nasr-2 dan operasi pembersihan kawasan dari sistem radar, menyerang satu radar peringatan dini, satu kompleks radar taktis di sekitar Pangkalan Ali Al Salem, serta satu sistem radar lainnya di Pulau Bubiyan, Kuwait. Serangan tersebut diklaim berhasil menghancurkan radar-radar tersebut dan membuatnya tidak lagi dapat dioperasikan.
Sementara itu, Markas Pusat Khatam al-Anbiya (SAW) Republik Islam Iran memperingatkan Amerika Serikat agar tidak menyerang fasilitas nuklir dan lokasi-lokasi sensitif Iran.
Dalam pernyataannya, Markas Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan: "Diumumkan bahwa apabila militer agresor dan teroris Amerika Serikat memasuki tahap tersebut, kami akan menganggapnya sebagai perluasan perang di kawasan. Seluruh kepentingan Amerika Serikat, sekutu-sekutunya, dan para pendukung negara pembangkang dan agresif tersebut akan menjadi sasaran serangan kuat Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran."
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa, dalam pertemuannya dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih, mengklaim bahwa Amerika Serikat "dalam waktu dekat" akan menyerang fasilitas Kuh-e Kolang di Iran bagian tengah.