Iran: Komentar Menlu Saudi, Membosankan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan tudingan infaktual para pejabat Arab Saudi terutama Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir terhadap peran dan upaya konstruktif Republik Islam di wilayah Timur Tengah, sudah sering diulang-ulang dan membosankan.
Dalam sebuah posting di akun pribadinya pada Jumat (2/9/2016) malam, Bahram Qassemi mengatakan, kehadiran para penasihat Iran di Suriah serta dukungan moral dan politik kepada masyarakat di sebagian negara Islam regional – yang menjadi korban keganasan dan kekerasan kelompok teroris takfiri – berada dalam konteks memelihara stabilitas dan keamanan kawasan dan dunia.
Iran, ujarnya, berharap semua negara di kawasan mengambil pendekatan yang positif dan aksi nyata demi mengembalikan keamanan dan ketenangan serta mencegah pembunuhan lebih lanjut terhadap warga tak berdosa.
"Hari ini opini publik sudah mengetahui betul realitas di kawasan serta faktor-faktor pemicu instabilitas dan ketidakamanan. Mereka tidak mampu lagi menyembunyikan fakta yang ada seperti di masa lalu, menipu nurani manusia," tegas Qassemi.
Tampaknya, lanjut Qassemi, negara yang harus mengubah pendekatan kelirunya di kawasan dan dunia adalah Arab Saudi. Riyadh harus menghentikan agresi militernya terhadap anak-anak dan perempuan Yaman serta memutuskan dukungannya kepada kelompok-kelompok teroris di kawasan khususnya Suriah.
"Prioritas utama Republik Islam Iran di kawasan adalah menciptakan keamanan, mencerabut akar terorisme, menjaga kedaulatan negara-negara dan persatuan dunia Islam, mewujudkan perdamaian dan stabilitas serta mencegah ancaman musuh bersama dunia Islam," paparnya.
Dia menyarankan Arab Saudi untuk meninjau ulang perilakunya di kawasan dan penting untuk mengganti ilusi dengan akal sehat.
Menlu Saudi Adel al-Jubeir sebelum ini mengklaim bahwa Iran harus mengubah kebijakannya sehingga bisa diterima di komunitas internasional dan memiliki hubungan baik dengan masyarakat dunia. (RM)