Armada Kebebeasan Menuju Gaza
https://parstoday.ir/id/news/iran-i196288-armada_kebebeasan_menuju_gaza
Koalisi Armada Kebebasan mengumumkan dimulainya misi internasional baru untuk berlayar menuju Jalur Gaza dan berupaya mematahkan blokade terhadap wilayah tersebut pada Oktober mendatang.
(last modified 2026-09-05T09:27:34+00:00 )
Sep 05, 2026 16:09 Asia/Jakarta
  • Armada Kebebeasan Menuju Gaza

Koalisi Armada Kebebasan mengumumkan dimulainya misi internasional baru untuk berlayar menuju Jalur Gaza dan berupaya mematahkan blokade terhadap wilayah tersebut pada Oktober mendatang.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip kantor berita IRIB, Koalisi Armada Kebebasan menyatakan bahwa kapal-kapal dalam konvoi tersebut, setelah singgah di sejumlah pelabuhan Eropa, akan melanjutkan perjalanan menuju pantai Gaza pada Oktober.

Dalam sebuah pernyataan, koalisi tersebut mengatakan: “Kami kembali berlayar karena Israel belum menghentikan genosida dan Palestina masih belum merdeka.” Menurut koalisi tersebut, tujuan misi ini adalah menantang blokade terhadap Gaza dan meningkatkan tekanan opini publik di Eropa agar blokade tersebut diakhiri.

Berdasarkan pernyataan tersebut, kapal “Hanzala 2” telah singgah di sejumlah pelabuhan di Norwegia, Swedia, dan Denmark pada Juni dan Juli. Kapal lainnya, “Kate”, memulai pelayarannya dari kota Bristol, Inggris, pada Agustus dan melanjutkan perjalanan setelah singgah di Irlandia, Jerman, dan Prancis.

Kapal-kapal tersebut juga akan singgah di pelabuhan-pelabuhan Spanyol, Portugal, dan Italia sebelum melanjutkan perjalanan menuju Gaza. Koalisi Armada Kebebasan menyatakan bahwa mereka menargetkan tiba di Gaza pada Oktober.

Aktivis hak asasi manusia, serikat pekerja, anggota parlemen terpilih, jurnalis, dokter, serta para pendukung hak-hak rakyat Palestina lainnya turut berpartisipasi dalam misi ini.

Koalisi Armada Kebebasan juga menyatakan bahwa di setiap pelabuhan Eropa, mereka akan menyerukan kepada masyarakat setempat untuk menekan pemerintah masing-masing agar menghentikan pengiriman senjata dan energi kepada Israel, mengakhiri kerja sama diplomatik dan militer dengan rezim tersebut, serta menjatuhkan sanksi terhadapnya.

Salah seorang peserta asal Amerika Serikat dalam misi tersebut, seraya menyinggung risiko perjalanan menuju Gaza, mengatakan bahwa meskipun tindakan ini menghadapi risiko serius, diam dan tidak bertindak akan menimbulkan biaya yang jauh lebih besar bagi rakyat Palestina dan dunia.

Dalam misi konvoi sebelumnya pada musim semi 2026, pasukan Israel menyerang dan menahan ratusan peserta. Para relawan juga melaporkan mengalami pemukulan berat, patah tulang, luka akibat tembakan, penggunaan alat kejut listrik secara berulang, serta pelecehan seksual selama dalam penahanan.