Tehran-Moskwa Kian Erat: Jalali Sebut Pembicaraan "Berbuah Manis"
https://parstoday.ir/id/news/iran-i196444-tehran_moskwa_kian_erat_jalali_sebut_pembicaraan_berbuah_manis
Pars Today - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Moskwa mengatakan bahwa menteri keuangan Republik Islam Iran dan Federasi Rusia pada hari Senin (7/9) menggelar pembicaraan yang konstruktif dan baik di Moskwa.
(last modified 2026-09-08T05:11:10+00:00 )
Sep 08, 2026 12:08 Asia/Jakarta
  • Pertemuan para pebisnis Iran di Rusia dengan Menteri Keuangan Iran
    Pertemuan para pebisnis Iran di Rusia dengan Menteri Keuangan Iran

Pars Today - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Moskwa mengatakan bahwa menteri keuangan Republik Islam Iran dan Federasi Rusia pada hari Senin (7/9) menggelar pembicaraan yang konstruktif dan baik di Moskwa.

Melansir IRNA, Selasa, 08 September 2026, Kazem Jalali, Senin (7/9) malam, dalam pertemuan diskusi dengan para pelaku ekonomi dan pengusaha Iran yang bermukim di Rusia bersama Menteri Ekonomi dan Keuangan Iran di kediaman Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Moskwa, menambahkan, "Pembicaraan antara Sayid Madani Zadeh, Menteri Ekonomi Iran dengan mitranya dari Rusia dapat membuka cakrawala cerah bagi hubungan kedua negara."

Dubes Iran untuk Moskwa, merujuk pada pertemuan tanggal 1 September 2026 antara para presiden kedua negara di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), menggambarkan pembahasan dalam pertemuan tersebut sebagai sesuatu yang konstruktif dan mengatakan, "Pemerintah Iran memiliki tekad serius untuk memperkuat hubungan dengan Rusia."

Ia menekankan, "Rusia memiliki potensi ekonomi yang baik bagi Iran, dan pembelian komoditas pokok adalah salah satu kapasitas tersebut. Proses pertukaran kedua negara dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang baik, dan dengan melihat pasar Rusia yang besar, kerja sama bisnis yang serius antara kedua negara telah dimulai."

Jalali selanjutnya menekankan pentingnya menghilangkan hambatan pengembangan pertukaran dagang dengan Rusia melalui penguatan pemahaman pasar, pengembangan infrastruktur transit, penyelesaian masalah kepabeanan, pertukaran moneter dan perbankan, serta peningkatan logistik.

Merujuk pada upaya pemerintah untuk memperkuat infrastruktur transportasi di sepanjang Koridor Utara-Selatan, ia mencontohkan tindak lanjut pelaksanaan perjanjian pembangunan jalur kereta api Rasht-Astara dan mengatakan, "Atas perintah presiden, Menteri Perhubungan dan Pembangunan Perkotaan secara serius menindaklanjuti percepatan pelaksanaan proyek ini, sebuah proyek yang pihak Rusia menyebut masa pembangunannya tiga tahun."

Duta Besar Iran untuk Rusia, dalam lanjutannya merujuk pada usulan pembangunan jalur kereta api kedua dengan standar Rusia dari Astara hingga Bandar Abbas, menyatakan, "Jika kita benar-benar ingin mewujudkan Koridor Utara-Selatan di sektor kereta api, pembangunan jalur lebar (broad gauge) adalah suatu keharusan."

Merujuk pada serangan terhadap rencana pembangunan jalur kereta api lebar, ia mengatakan, "Jika kita mau tepat, jalur kereta api yang ada di Iran saat ini juga bukan jalur dengan standar domestik, melainkan dengan standar Barat. Apa salahnya jika jalur kereta api di rute Astara–Teluk Persia adalah jalur lebar?"

Jalali menegaskan, "Perlu diperhatikan bahwa keunggulan jalur lebar ini bersifat dua arah, dan secara timbal balik juga memberi kita akses ke perairan Baltik."

Menteri Ekonomi dan Keuangan Iran tiba di Moskwa hari Minggu untuk tujuan konsultasi bilateral dan multilateral.

"Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menyatakan bahwa pertemuan antara menteri keuangan Iran dan Rusia di Moskwa berlangsung konstruktif dan dapat membuka cakrawala baru bagi hubungan kedua negara. Pemerintah Iran memiliki tekad serius memperkuat hubungan dengan Rusia, terutama di bidang ekonomi, perdagangan, dan infrastruktur transit. Salah satu fokus utama adalah percepatan pembangunan jalur kereta api Rasht-Astara dan usulan pembangunan jalur kereta api lebar (broad gauge) dari Astara hingga Bandar Abbas untuk mendukung Koridor Utara-Selatan."(Sail)