Bahreini: Negara Lain Tidak Bisa Mendikte Kami!
Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa memperingatkan tentang dampak kemanusiaan dari tindakan koersif sepihak dan menegaskan bahwa sanksi melemahkan hak-hak fundamental bangsa-bangsa, serta hak untuk hidup tidak boleh menjadi alat tawar-menawar kekuatan-kekuatan besar.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip kantor berita IRIB, Ali Bahreini, Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, dalam sesi dialog interaktif Dewan Hak Asasi Manusia dengan Zina Jalad, Pelapor Khusus mengenai dampak negatif tindakan koersif sepihak, mengatakan bahwa tidak ada tujuan politik yang dapat membenarkan pemberian tekanan ekonomi terhadap seluruh rakyat suatu negara atau menjadikan hak-hak fundamental mereka bergantung pada penyerahan diri terhadap tuntutan pemerintah lain.
Dengan merujuk pada berbarengan dengan agresi militer ilegal terhadap Iran, deklarasi “perang ekonomi” dan “sanksi paling berat dalam sejarah” oleh Amerika Serikat, ancaman terhadap mitra-mitra ekonomi negara kami, serta berlanjutnya blokade maritim, ia menyatakan bahwa tindakan-tindakan tersebut merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk melemahkan suatu bangsa yang merdeka dan tangguh.
Bahreini juga, dengan merujuk pada penilaian para pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyebut tindakan koersif sepihak sebagai alat untuk menerapkan tekanan kolonial yang melemahkan kesetaraan kedaulatan dan hak bangsa-bangsa untuk menentukan nasib sendiri.
Perwakilan Iran menegaskan: Tindakan koersif sepihak, dengan membebankan biaya kemanusiaan yang berat dan melemahkan hak-hak fundamental bangsa-bangsa, tidak dapat menjadi alat yang sah untuk mencapai tujuan politik.
Ia menegaskan: Hak untuk hidup bukanlah alat tawar-menawar dan hak bangsa-bangsa untuk menentukan nasib sendiri bukanlah suatu konsesi yang dapat diberikan atau dicabut oleh kekuatan-kekuatan besar. Kedua hak tersebut harus dihormati tanpa pengecualian.