Parlemen Iran: Klaim Amerika mengenai Selat Hormuz Bohong
https://parstoday.ir/id/news/iran-i197030-parlemen_iran_klaim_amerika_mengenai_selat_hormuz_bohong
Juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Republik Islam Iran menegaskan: Kekalahan lobi-lobi Amerika di Badan Energi Atom Internasional dan veto terhadap resolusi anti-Iran di Dewan Keamanan menunjukkan bahwa situasi masyarakat internasional tidaklah seperti yang didiktekan oleh Amerika.
(last modified 2026-09-19T03:52:58+00:00 )
Sep 19, 2026 10:49 Asia/Jakarta
  • Parlemen Iran: Klaim Amerika mengenai Selat Hormuz Bohong

Juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Republik Islam Iran menegaskan: Kekalahan lobi-lobi Amerika di Badan Energi Atom Internasional dan veto terhadap resolusi anti-Iran di Dewan Keamanan menunjukkan bahwa situasi masyarakat internasional tidaklah seperti yang didiktekan oleh Amerika.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Hassan Ghashghavi, juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Republik Islam Iran, mengatakan: Meskipun menghadapi tekanan ekonomi menyeluruh serta perang gabungan dan psikologis musuh terhadap rakyat Iran, kehadiran heroik masyarakat dalam latihan-latihan menunjukkan bahwa konspirasi tersebut telah kehilangan pengaruh seperti sebelumnya. Perang psikologis saat ini bahkan memiliki arti yang lebih besar dalam strategi musuh dibandingkan aspek militer dan ekonomi. Meskipun musuh berusaha melemahkan hubungan antara rakyat dan pemerintahan melalui tekanan ekonomi, rakyat Iran dengan pemahaman yang tinggi terhadap kondisi dan kematangan politik senantiasa hadir di lapangan.

Ghashghavi menunjuk pada meningkatnya tingkat kesadaran masyarakat Iran, dan menambahkan: Kemampuan analisis masyarakat dan kemampuan mereka menerima serta mengolah informasi melalui berbagai perangkat modern telah meningkat sangat pesat. Tingkat kesadaran nasional ini patut dibanggakan dan menunjukkan bahwa rakyat Iran, bertentangan dengan propaganda musuh, tetap rela berkorban demi tanah air ini.

Ia dalam bagian lain wawancara tersebut menyinggung perkembangan terbaru di bidang diplomasi dan menambahkan: Amerika baru-baru ini mengalami dua kekalahan di bidang diplomasi. Pertama, meskipun Amerika melakukan lobi secara luas untuk mencegah keanggotaan Iran dalam Konferensi Umum Badan Energi Atom Internasional, upaya tersebut gagal dan Iran berhasil memperoleh posisi tersebut. Kekalahan kedua adalah kegagalan mengaktifkan mekanisme snapback, yang menghadapi veto dari Rusia dan China.

Ghashghavi juga menyinggung perubahan pendekatan negara-negara independen dalam sistem internasional, dengan menegaskan: Fakta bahwa negara-negara seperti Niger atau Somalia menentang tekanan Amerika dalam forum-forum internasional dan memberikan suara abstain atau negatif menunjukkan bahwa masyarakat internasional yang diklaim oleh Amerika telah mengalami keretakan, dan ini merupakan kemenangan besar bagi diplomasi Republik Islam Iran.