Komite Khusus Nuklir Iran Tetapkan Reaksi Balasan untuk AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i27691-komite_khusus_nuklir_iran_tetapkan_reaksi_balasan_untuk_as
Sebuah komite pengawas yang bertugas memantau pelaksanaan perjanjian nuklir Iran telah meratifikasi langkah-langkah menanggapi langkah terbaru Senat AS memperpanjang Iran Sanction Act (ISA), dan menilai langkah itu sebagai bentuk pelanggaran kesepakatan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 08, 2016 02:34 Asia/Jakarta
  • Komite Khusus Nuklir Iran Tetapkan Reaksi Balasan untuk AS

Sebuah komite pengawas yang bertugas memantau pelaksanaan perjanjian nuklir Iran telah meratifikasi langkah-langkah menanggapi langkah terbaru Senat AS memperpanjang Iran Sanction Act (ISA), dan menilai langkah itu sebagai bentuk pelanggaran kesepakatan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Anggota komite, yang dipimpin oleh Presiden Iran, Hassan Rouhani, menggelar pertemuan pada Rabu (7/12).

 

Senat AS menyetujui perpanjangan ISA pada hari Kamis (1/12) setelah dengan mudah disetujui di DPR bulan lalu.

 

ISA pertama kali diadopsi pada tahun 1996 guna menghukum investasi di Iran terkait program nuklirnya.

 

Menurut seorang pejabat Gedung Putih, Presiden AS Barack Obama diperkirakan akan menandatangani RUU, yang mencakup hukuman bagi sektor perbankan serta industri energi dan pertahanan Iran.

 

Komite tersebut membahas rekasi balasan dan bahwa Republik Islam akan memonitor langkah pemerintah AS dan menunjukkan reaksi proporsional.

 

Komite ini diharapkan menggelar pertemuan lain minggu depan.

 

Sebelumnya, Duta Besar Iran untuk PBB, Gholam-Ali Khoshrou, mengajukan surat pengaduan resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.

 

Khoshrou menegaskan bahwa Washington, sebagai pihak dalam JCPOA, telah berjanji untuk tidak meratifikasi atau memperpanjang segala bentuk sanksi terkait program nuklir Tehran.

 

Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB - Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Cina dan Rusia – ditambah Jerman mulai menerapkan JCPOA pada tanggal 16 Januari.

 

Berdasarkan kesepakatan itu, Iran bersedia membatasi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi terkait nuklir Tehran.(MZ)