Zarif: Klaim Potensi Serangan Kimia oleh Suriah, Trik AS Kobarkan Krisis
-
Mohammad Javad Zarif
Iran menuding AS sedang meningkatkan ketegangan di Timur Tengah setelah Washington mengklaim bahwa pemerintah Suriah berpotensi sedang mempersiapkan serangan kimia.
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengemukakan reaksi itu pada akun twitter resminya pada Selasa (27/6/2017) dan menulis. "Eskalasi baru yang berbahaya oleh AS di Suriah dengan klaim palsu hanya akan menguntungkan Daesh, tepat di saat sedang diberantas oleh rakyat Irak dan Suriah."
Sekretaris Pers Gedung Putih, Sean Spicer dalam sebuah pernyataan pada Senin (26/6/2017) mengklaim AS telah "mendeteksi persiapan potensial" sebuah serangan "yang kemungkinan akan mengakibatkan pembunuhan massal warga sipil, termasuk anak-anak yang tidak berdosa."
Spicer mengatakan Presiden Suriah, Bashar al-Assad dan militer Suriah akan "menebus harga yang mahal" jika mereka melanjutkan rencana tersebut.
Pentagon mengklaim telah mendeteksi kegiatan yang terkait dengan senjata kimia di pangkalan udara Shayrat di provinsi Homs yang diserang rudal Amerika pada bulan April lalu.
Tuduhan Washington itu dikemukakan saat tentara Suriah dan Irak mencapai berbagai keberhasil dalam membersihkan wilayah mereka dari kehadiran kelompok teroris Takfiri Daesh.
Di lain pihak, Suriah menolak tuduhan AS itu dan menegaskan bahwa militernya tidak pernah menggunakan senjata kimia dalam perang melawan kelompok teroris yang didukung oleh banyak negara termasuk AS.
Rusia juga menolak peringatan AS itu dan menegaskan, tuduhan tersebut tidak dapat diterima. Jubir Kremlin, Dmitri Peskov mengatakan, "Ancaman terhadap para pemimpin sah Suriah tidak dapat diterima."(MZ)