Pesan Ayatullah Mojtaba Khamenei Mengenang 40 Hari Syahadah Pemimpin Besar Revolusi Islam
https://parstoday.ir/id/news/iran-i188446-pesan_ayatullah_mojtaba_khamenei_mengenang_40_hari_syahadah_pemimpin_besar_revolusi_islam
Pars Today - Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam mengeluarkan pernyataan bertepatan dengan mengenang 40 hari kesyahidan Imam Khamenei, Pemimpin Syahid.
(last modified 2026-04-12T04:50:21+00:00 )
Apr 12, 2026 11:39 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam
    Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam

Pars Today - Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam mengeluarkan pernyataan bertepatan dengan mengenang 40 hari kesyahidan Imam Khamenei, Pemimpin Syahid.

إِنَّا فَتَحْنَا لَکَ فَتُحَامُبِینَا لِیَغْفِرَ لَکَ الله ما تَقْدَّمَ مِن ذنبکَ وَمَا تَأَخَرَ وَیُتِمْ  نِعْمَتَهُ عَلَیْکَ وَیَهْدِیکَ صِراط مستقیماً وینصرکَ اللَّهُ نَصْراً عَزیزاً.

Sudah empat puluh hari berlalu sejak salah satu kejahatan terbesar musuh-musuh Islam dan Iran, dan salah satu duka publik terberat dalam sejarah bangsa ini. Duka syahid yang memilukan dari Pemimpin Besar Revolusi Islam, Bapak Bangsa Iran, Pemimpin Umat Islam, dan Pelopor Para Pencari Kebenaran di era sekarang, Sayid Syuhada Iran dan Front Perlawanan, Khamenei Agung, Qaddasallahu nafsahu zl-zakiyyah (semoga Allah menyucikan jiwanya yang suci).

Sudah empat puluh hari jiwa agung pemimpin syahid kita menjadi tamu dalam jamuan para wali, orang-orang yang benar, dan para syuhada di dekat kedekatan Ilahi. Bersamaan atau setelah itu, sejumlah besar sahabat, komandan, pejuang Islam, dan warga negara tertindas, dari bayi berumur beberapa hari hingga orang tua, juga telah meraih anugerah besar ini.

Sudah empat puluh malam dan hari Allah SWT memanggil pemimpin umat ini ke pertemuan dengan-Nya, tetapi kali ini, berbeda dengan apa yang terjadi di era Nabi Musa, para sahabat pemimpin syahid dan umatnya diutus untuk menegakkan kebenaran dan melawan kebatilan. Mereka berdiri tegak seperti gunung yang kokoh menghadapi Samiri dan anak sapi emasnya, dan turun seperti aliran lava api di atas kepala para penjajah dan Fir’aun.

Sudah empat puluh hari dan malam para arogan dunia mencabut topeng-topeng penipu dan dusta mereka, dan menampilkan wajah buruk dan setan dari pembunuhan, kezaliman, agresi, kebohongan bak Fir’aun, pembunuhan anak-anak, kediktatoran, dan kerusakan.

Namun, di sisi lain, sudah empat puluh hari dan malam anak-anak pemberani Khomeini Agung dan Khamenei Tercinta yang Syahid, serta pengikut Islam Muhammad yang murni (semoga shalawat dan salam atasnya dan keluarganya), dengan perhatian dan keberanian yang luar biasa, hadir di medan-medan, jalan-jalan, dan benteng-benteng pertempuran. Meskipun ada pukulan dan kerusakan akibat serangan brutal musuh, mereka telah mengubah perang yang dipaksakan ketiga ini menjadi panggung epik pertahanan suci ketiga. Bangsa Iran yang sadar dan waspada, meskipun menunjukkan bahwa mereka berduka atas perpisahan besar dari pemimpin syahidnya, dengan meneladani pewaris langsung Karbala Husain, telah mengubah duka ini menjadi epik, dan ratapan menjadi syair perang. Semua ini telah membuat musuh yang bersenjata lengkap menjadi bingung dan putus asa, serta memaksa orang-orang merdeka di dunia untuk mengagumi. Kali ini, kebodohan dan ketidaktahuan para arogan menyebabkan bahwa Esfand 1404 menjadi awal dari babak baru penguatan dan kebangkitan nama Iran dan Revolusi Islam, dan bendera Iran-Islami tidak hanya berkibar di geografi tanah air kita, tetapi juga di kedalaman hati para pencari kebenaran di dunia.

Sifat dan Kelebihan Sang Pemimpin Syahid

Kesempatan ini adalah momen yang baik untuk memperkenalkan secara singkat Pemimpin yang Agung. Kita berbicara tentang seorang pria yang, meskipun sangat terkenal, tidak sepenuhnya dikenal. Semua orang tahu bahwa pemimpin syahid kita adalah seorang ahli hukum yang memahami zamannya, seorang pejuang yang waspada dan tak kenal lelah, kokoh dan teguh seperti gunung, seorang ulama yang mengamalkan ilmunya, seorang yang rabbani, ahli zikir, tahajud, dan doa di hadapan Ilahi, serta bertawasul kepada para maksum yang suci (semoga shalawat dan salam Allah atas mereka semua), dan dari kedalaman hati, beliau adalah seorang yang beriman kepada janji-janji Ilahi.

Di antara sifat-sifat beliau lainnya adalah kecintaan pada Iran dan upaya terus-menerus untuk kemandirian Iran tercinta sebanyak mungkin, yang diiringi dengan penekanan pada persatuan kata dan kohesi nasional. Beliau menghabiskan seumur hidupnya berjuang untuk mendirikan sistem Islam dan menjaga kelangsungan serta keberlangsungannya, sementara pada saat yang sama, Republik Islam tanpa rakyat di mata beliau tidak berarti apa-apa. Di samping ketegasan dan ketegarannya, beliau memiliki kepekaan yang mendalam dalam berpikir dan memandang berbagai hal. Beliau memberikan perhatian khusus pada kapasitas negara, terutama para pemuda. Beliau sangat menghargai ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemajuan di bawah naungannya. Beliau memiliki penghargaan yang khusus bagi keluarga besar para syahid, para veteran, dan para pejuang yang berkorban. Dalam berbagai aspek, beliau memiliki pengalaman berharga dan mendalam, beberapa di antaranya dengan latar belakang beberapa dekade, serta banyak sifat-sifat lainnya yang mencakup daftar panjang.

Belakangan ini, di beberapa media, sering dibicarakan tentang kelebihan, mengenal kelebihan, dan bagaimana beliau membangun kelebihannya. Unsur ini, meskipun sendiri dapat menciptakan nilai yang besar bagi kepribadian seseorang, dan tentu saja ada dalam diri pemimpin tercinta kita dalam arti yang sebenarnya dan pada tingkat yang tinggi, tampak kecil jika dibandingkan dengan unsur-unsur keberadaan dan keunggulan beliau yang lain. Saya pribadi mengetahui banyak kelebihan dari beliau.

Salah satu kelebihan besar beliau yang kurang mendapat perhatian adalah seni mendidik dan membina masyarakat melalui pembentukan pemikiran, mentalitas, dan emosi massa rakyat yang besar serta kelompok-kelompok sosial.

Kelebihan lain beliau adalah pembentukan lembaga-lembaga yang bertujuan, yang khususnya pada tahun-tahun awal periode kepemimpinan dan bimbingan beliau, dilakukan dengan memandang ke cakrawala yang jauh.

Kelebihan lain beliau adalah upaya memperkuat struktur militer negara, yang manfaat positifnya disadari dan dinikmati oleh bangsa Iran dalam dua perang yang dipaksakan belakangan ini. Selain itu, kemampuan mencipta dan berinovasi dalam berbagai dimensi, baik ilmiah, strategis, maupun kebijakan, merupakan kelebihan lain beliau, yang secupliknya tercermin dalam penyusunan kebijakan-kebijakan umum sistem. Dan juga, kemampuan menciptakan makna melalui pembentukan kata-kata dan kombinasi-kombinasi baru yang tepat waktu, yang masing-masing menciptakan dan membawa banyak makna, serta darinya muncul wacana publik, kelebihan yang diperoleh karena terasahnya jiwa agung beliau dalam kesulitan, ujian, dan cobaan, serta karena kesabaran dan keteguhan di jalan kebenaran, adalah kelbihan memprediksi peristiwa-peristiwa jauh, sebagaimana “orang beriman melihat dengan cahaya Allah.” Dan masih banyak kelebihan-kelebihan lain yang tidak mungkin disebutkan semuanya dalam tulisan singkat ini.

Semua kelebihan dan keunggulan ini tidak memiliki sumber selain dari perhatian khusus Ilahi dan perhatian khusus dari junjungan kita serta ayah-ayah suci mereka (semoga shalawat Allah atas mereka semua). Mungkin apa yang menarik perhatian kepada beliau dapat diringkas dalam upaya dan perjuangan tanpa henti serta tulusnya di jalan meninggikan kalimat kebenaran.

Namun, secara khusus, selain kesulitan-kesulitan dalam perjuangan melawan aparat khianat pemerintahan Pahlavi, beliau memanfaatkan sebuah kesempatan khusus lainnya dalam menjalankan tugasnya, yang umumnya tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Ditakdirkan bahwa seorang sayid muda yang sangat haus ilmu dan tentu saja pencari amal, ketika ayahnya yang terhormat berada dalam ancaman kebutaan, setelah bertahun-tahun duduk di hadapan guru-guru terhormat, meninggalkan semua peluang kemajuan ilmiah dan pembangun masa depan yang tampak di Qom, dan dengan percaya pada karunia Ilahi, mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk ayahnya.

Karunia Ilahi sebagai akibat dari pengorbanan ini muncul sedemikian rupa sehingga tiba-tiba Sayid Ali Khamenei, pada usia sebelum tiga puluh tahun, muncul bagaikan matahari dari Khorasan dan segera dianggap sebagai salah satu pilar pemikiran dan perjuangan, dan pada saat yang sama juga membuat kemajuan yang signifikan dalam ilmu-ilmu yang lazim, sehingga pada tahun-tahun lima puluhan, aparat SAVAK menjulukinya sebagai “Khomeini-nya Khorasan”. Saya harus menekankan bahwa proses kemajuan batin dan lahiriah beliau ini berlanjut pada periode-periode berikutnya.

Sekarang, dalam posisi belajar dari perilaku orang-orang besar dan khususnya dari pribadi seperti ini, sangat tepat jika kita menjadikan sifat saling menginginkan kebaikan dengan tulus dan semangat saling membantu sebagai kebiasaan kita sendiri. Karena sifat ini, disertai dengan memandang kepada rahmat Allah Yang Maha Luas, merupakan perbedaan penting antara seseorang yang berdiri di bawah bendera kebenaran dengan mereka yang berkumpul di sekitar bendera kebatilan. Pastinya, mengikuti kebiasaan seperti ini akan membuka pintu-pintu langit dan menurunkan berbagai pertolongan Ilahi dan gaib; mulai dari turunnya hujan rahmat, hingga kemenangan atas musuh, bahkan kemajuan-kemajuan ilmiah dan teknologi.

Di hari-hari ini, sering terdengar bahwa berbagai kelompok dari masyarakat kita yang tercinta, dengan hak dan penuh kerinduan, mengenang masa-masa tunggal itu, dan sedikit demi sedikit semakin banyak aspek dari mutiara bercahaya kepribadian agung beliau yang terungkap. Jadi, kebiasaan meneladani tindakan-tindakan khusus beliau pun semakin meluas; di antaranya, masyarakat kita yang tercinta belajar pelajaran-pelajaran dari kepalan tangan beliau saat kesyahidan, dan kini kepalan tangan yang sama telah menjadi semacam simbol bersama keyakinan bagi sebagian orang. Dengan cara ini, sekali lagi terbukti bahwa pengaruh seorang syahid lebih besar daripada orang yang hadir, dan suara lantangnya dalam mengajak kepada tauhid, pencarian kebenaran, serta perjuangan melawan kezaliman dan kerusakan, lebih bergema dan pesannya lebih menembus dibandingkan masa hidupnya. Selain itu, keinginan hati syahid agung ini, yang merupakan kebahagiaan bangsa ini dan bangsa-bangsa Muslim lainnya, sekarang telah lebih dekat untuk menjadi kenyataan.

Kemenangan Bangsa Pahlawan Iran dalam Perang Paksaan Ketiga

Saudara-saudara sebangsa, hari ini dan hingga titik ini dalam epik pertahanan suci ketiga, dapat dikatakan dengan berani bahwa Anda, bangsa pahlawan Iran, adalah pemenang pasti di medan ini.

Hari ini, fajar kebangkitan Republik Islam sebagai sebuah kekuatan besar dan kemerosotan kesombongan di hadapan mata semua orang telah terungkap. Ini tanpa ragu adalah sebuah nikmat Ilahi yang dianugerahkan kepada bangsa Iran berkat darah pemimpin syahid kita dan para syahid lainnya yang bersimbah darah, serta warga negara kita yang tertindas dan bunga-bunga yang tercerai-berai di Sekolah Shaharah Tayyebeh Minab, dan sebagai hasil dari permohonan dan doa tulus setiap anggota bangsa di hadapan Ilahi, serta kehadiran penuh perjuangan mereka di medan-medan, lingkungan, dan masjid-masjid, dan karena pengorbanan jiwa yang tak kenal lelah, tanpa pamrih, dan tulus dari para pejuang Islam yang siap berkorban di Korps Pengawal Revolusi Islam, Angkatan Bersenjata (Artesh), dan Pasukan Penegak Hukum, serta para prajurit tak dikenal dan penjaga perbatasan. Nikmat ini, seperti setiap nikmat lainnya, harus disyukuri agar tetap lestari dan berkembang, karena “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu”. Bentuk syukur praktis atas nikmat ini adalah upaya tanpa henti untuk mencapai Iran yang kuat.

Urgensi Keberlanjutan Kehadiran Rakyat di Arena

Apa yang pada tahap saat ini tampak penting untuk mencapai slogan dan tujuan strategis Pemimpin Syahid adalah keberlanjutan kehadiran rakyat kita yang tercinta, sebagaimana empat puluh hari yang telah mereka lalui. Kehadiran ini adalah salah satu pilar penting dari martabat yang kini telah dicapai oleh Iran yang perkasa.

Oleh karena itu, dengan diumumkannya rencana untuk bernegosiasi dengan musuh, jangan disangka bahwa kehadiran di jalan-jalan tidak diperlukan lagi. Bahkan, jika misalnya giliran periode keheningan di medan pertempuran militer telah tiba karena suatu keharusan, tugas setiap individu rakyat yang memiliki kesempatan untuk hadir di lapangan, lingkungan, dan masjid-masjid tampaknya menjadi lebih berat dari sebelumnya. Pastinya, teriakan-teriakan Anda di lapangan berpengaruh pada hasil negosiasi, sama halnya dengan jumlah yang menakjubkan dan terus meningkat hingga jutaan dalam kampanye “Pengorbanan Jiwa untuk Iran” juga merupakan salah satu elemen yang berpengaruh di arena ini.

Dengan izin Allah Tabaraka wa Ta’ala, sebagai hasil dari peran-peran ini dan kelanjutannya, visi yang terbentang di hadapan bangsa Iran menjanjikan kemunculan sebuah era yang megah, cemerlang, dan penuh dengan kemuliaan, kebanggaan, serta kekayaan bagi mereka.

Pemimpin Syahid kita, ketika memegang tampuk kepemimpinan, sistem Republik Islam bagaikan sebuah tunas yang telah menerima banyak luka dari musuh-musuh Islam dan Iran, dan tentu saja telah menanggung semuanya dengan baik. Namun, ketika setelah hampir 37 tahun, beliau meninggalkan kursi kepemimpinan umat, beliau meninggalkan sebuah pohon suci yang akarnya kokoh dan cabang-cabangnya telah membayangi bagian-bagian penting dari kawasan dan dunia.

Pendekatan untuk mencapai Iran yang semakin kuat melewati jalan persatuan antara berbagai lapisan masyarakat, yang berulang kali ditekankan oleh beliau. Sebagian yang signifikan dari persatuan ini telah terwujud dalam empat puluh hari ini; hati rakyat semakin dekat, es di antara berbagai lapisan masyarakat dengan kecenderungan yang berbeda mulai mencair, semua berkumpul di bawah bendera tanah air, dan hari demi hari jumlah dan kualitas perkumpulan ini bertambah. Banyak dari mereka yang belum bergabung dalam kehadiran seperti ini, secara hati adalah pendamping dan sependapat dengan kerumunan yang hadir di lapangan-lapangan.

Hari-hari ini, banyak orang mengalami pandangan peradaban dengan menatap cakrawala yang jauh, dan menciptakan bagi diri mereka sendiri sebuah gambaran yang bukan khayalan, melainkan berdasarkan realitas masa kini dan masa depan. Ini adalah karakteristik yang hingga beberapa waktu lalu hanya terlihat pada segelintir orang yang dipimpin oleh Pemimpin Syahid. Dengan cara inilah setiap pengamat memahami pertumbuhan yang cepat dan seperti mukjizat dari bangsa ini, dan tidaklah tanpa alasan jika pada hari-hari ini, sang bijak bestari zaman dan faqih yang mulia, ketika berbicara kepada Anda tentang martabat ini, berkali-kali tersedak oleh isak tangis yang menghalangi ucapannya.

Beberapa Catatan tentang Tetangga Selatan, Ganti Rugi Kerusakan, dan Diyat Para Syahid

Dalam kesempatan yang sama, saya katakan kepada tetangga selatan Iran: Anda sedang menyaksikan sebuah mukjizat. Maka, lihatlah dengan benar, pahamilah dengan benar, dan berdirilah di tempat yang benar, serta curigailah janji-janji palsu dari setan-setan. Kami masih menunggu reaksi yang tepat dari Anda untuk menunjukkan persaudaraan dan niat baik kami kepada Anda. Hal ini tidak akan terwujud kecuali dengan berpalingnya Anda dari para arogan yang tidak pernah melewatkan satu pun kesempatan untuk menghina dan mengeksploitasi Anda. Semua harus tahu bahwa, dengan izin Allah Ta’ala, kami pasti tidak akan membiarkan para penyerang kriminal yang menyerang negara kami. Kami pasti akan menuntut ganti rugi atas setiap kerusakan yang ditimbulkan, serta diyat (tebusan darah) para syahid dan korban luka-luka dalam perang ini, dan kami pasti akan membawa pengelolaan Selat Hormuz ke tahap baru. Kami tidak pernah menginginkan perang, tetapi kami sama sekali tidak akan melepaskan hak-hak sah kami, dan dalam hal ini kami memandang seluruh Front Perlawanan secara utuh.

Nasihat kepada Seluruh Rakyat

Pada tahap ini, hingga tercapainya apa yang menjadi hak kita, pertama-tama, seluruh rakyat hendaknya berusaha saling memperhatikan satu sama lain agar tekanan terhadap berbagai lapisan masyarakat akibat kekurangan-kekurangan yang merupakan dampak alami dari setiap perang dapat berkurang. Tentu saja, kekurangan-kekurangan ini, yang kadang-kadang jauh lebih banyak ada di pihak lawan Anda, telah dikelola secara signifikan berkat upaya-upaya saudara-saudara dan saudari-saudari Anda di pemerintahan dan lembaga-lembaga lainnya.

Kedua, menjaga telinga kita, yang merupakan jendela bagi otak dan hati, dari media-media yang didukung oleh musuh atau yang sejalan dengan mereka adalah suatu keharusan. Sudah pasti bahwa media-media tersebut tidak menginginkan kebaikan bagi negara dan bangsa Iran, dan hal ini telah terbukti berkali-kali. Oleh karena itu, kita harus meninggalkan sama sekali interaksi dan penggunaan media tersebut, atau setidaknya menanggapi segala sesuatu yang mereka sajikan dengan kecurigaan yang tinggi.

Ketiga, bangsa yang terhormat meskipun dengan berakhirnya masa berkabung resmi kesyahidan pemimpin agung mereka, melepaskan pakaian duka dari badan, tetapi tekad bulat untuk membalas darah suci beliau dan semua syuhada perang-perang yang diimpankan kedua dan ketiga akan tetap hidup dalam jiwa dan hati mereka serta senantiasa menanti-nanti terealisasinya.

Akhirnya, dengan mengacu kepada pemimpin kami, semoga Allah Ta’ala mempercepat kemunculannya, saya sampaikan bahwa kami dengan iman kepada Allah Yang Maha Tinggi dan bertawassul kepada para Imam Maksum, shalawat dan salam atas mereka, serta dengan mengikuti Pemimpin Syahid kami di bawah panji keagungan Anda dan di hadapan front kekufuran dan kesombongan telah berdiri, dan di jalan ini telah mempersembahkan syuhada berharga dari berbagai lapisan demi jalan kemuliaan dan kemandirian negara serta kejayaan Islam dan Revolusi Islam, dan juga telah mengalami kerugian-kerugian lainnya. Kini dengan segenap keberadaan kami berpegang pada doa khusus Anda untuk kemenangan bulat atas musuh, baik di medan perundingan maupun di medan pertempuran, dan kami berharap segera, baik kami maupun musuh-musuh kami dapat menyaksikan efek ajaibnya, insya Allah.

Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei

20 Farvardin 1405 HS (9 April 2026)