Tuntutan Berlebihan Washington Menghalangi Tercapainya Kesepakatan
https://parstoday.ir/id/news/world-i188474-tuntutan_berlebihan_washington_menghalangi_tercapainya_kesepakatan
Pars Today– Menteri Luar Negeri Australia, dengan menyatakan kekecewaannya atas kegagalan mencapai kesepakatan dalam perundingan Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, meminta kedua pihak untuk mempertahankan gencatan senjata dan “kembali ke meja perundingan sesegera mungkin”.
(last modified 2026-04-12T09:16:21+00:00 )
Apr 12, 2026 16:12 Asia/Jakarta
  • Menlu Australia, Penny Wong
    Menlu Australia, Penny Wong

Pars Today– Menteri Luar Negeri Australia, dengan menyatakan kekecewaannya atas kegagalan mencapai kesepakatan dalam perundingan Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, meminta kedua pihak untuk mempertahankan gencatan senjata dan “kembali ke meja perundingan sesegera mungkin”.

Menurut laporan IRNA pada hari Minggu (12/4/2026) mengutip harian Australia The Australian, Penny Wong menegaskan bahwa kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran adalah hal yang “mengecewakan”, dan bahwa prioritas saat ini haruslah melanjutkan gencatan senjata dan memulai kembali dialog.

 

Ia dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh media Australia mengatakan:

 

Merupakan hal yang mengecewakan bahwa perundingan Islamabad antara Amerika Serikat dan Iran berakhir tanpa kesepakatan. Prioritas saat ini harus tetap pada kelanjutan gencatan senjata dan kembalinya kedua pihak ke meja perundingan. Kami terus menyerukan penyelesaian cepat atas konflik ini.”

 

Menteri Luar Negeri Australia juga memperingatkan bahwa setiap peningkatan ketegangan akan membawa dampak kemanusiaan yang lebih besar serta konsekuensi ekonomi yang lebih buruk bagi dunia.

 

Menurut laporan IRNA, putaran baru perundingan antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, yang dimediasi Pakistan sejak Sabtu hingga Minggu malam di Islamabad, berakhir tanpa kesepakatan setelah sekitar 21 jam pembahasan intensif karena tuntutan berlebihan dan permintaan tidak logis dari pihak Amerika.

 

Dalam putaran ini, delegasi tingkat tinggi kedua negara hadir dalam perundingan.

 

Sementara itu, Pakistan sebagai mediator berupaya menjaga kelangsungan dialog. Usulan Islamabad untuk memperpanjang perundingan juga berada dalam kerangka upaya tersebut.

 

Sumber dekat tim perunding Iran mengatakan kepada IRNA bahwa pihak Amerika meminta Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menyerahkan bahan yang telah diperkaya—sesuatu yang tidak dapat diminta, baik di medan perang maupun di meja diplomasi—dan tim perunding Iran tetap bersikeras mempertahankan pencapaian di lapangan.

 

Sumber tersebut menambahkan bahwa J.D. Vance, ketua tim perunding Amerika, berusaha menampilkan Iran sebagai penyebab lamanya proses perundingan. Namun, yang menghambat proses ini sejauh ini hanyalah tuntutan berlebihan dari pihak Amerika. (MF)