Peringatan Paus: Jangan Jadikan Tuhan Pembenar Perang
https://parstoday.ir/id/news/iran-i188454-peringatan_paus_jangan_jadikan_tuhan_pembenar_perang
Pars Today - Pemimpin umat Katolik dunia, Paus Leo XIV, dalam sikap terkerasnya terhadap perang Iran, menyebut "ilusi kekuasaan absolut" sebagai faktor pemicu eskalasi perang gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta menyerukan perdamaian.
(last modified 2026-04-12T06:25:12+00:00 )
Apr 12, 2026 13:21 Asia/Jakarta
  • Paus Leo XIV
    Paus Leo XIV

Pars Today - Pemimpin umat Katolik dunia, Paus Leo XIV, dalam sikap terkerasnya terhadap perang Iran, menyebut "ilusi kekuasaan absolut" sebagai faktor pemicu eskalasi perang gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta menyerukan perdamaian.

Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA hari Minggu, 12 April 2026, Paus Leo XIV menyatakan, "Egoisme dan materialisme sudah cukup! Pertunjukan kekuasaan sudah cukup! Perang sudah cukup!"

Sebagaimana dilaporkan Politico, dalam pernyataan terkerasnya hingga saat ini, ia mengutuk "ilusi kekuasaan absolut" yang menyulut perang AS dan Israel melawan Iran, serta mendesak para pemimpin politik untuk menghentikan tindakan ini dan bernegosiasi untuk perdamaian.

Pemimpin umat Katolik dunia mengadakan doa malam di Basilika Santo Petrus pada hari yang sama ketika negosiasi AS-Iran dimulai di Pakistan dan gencatan senjata rapuh sedang berlangsung.

Sebagai paus pertama kelahiran Amerika, ia tidak menyebut nama Amerika Serikat atau Donald Trump dalam doanya. Namun, nada dan pesannya tampaknya ditujukan kepada Trump serta pejabat Amerika yang membanggakan supremasi militer AS dan membenarkan perang dengan istilah-istilah keagamaan.

Politico mencatat bahwa di bangku Basilika tersebut hadir pula Kardinal Belgia Dominique Joseph Mathieu, Uskup Agung Teheran.

Majalah ini melanjutkan bahwa pada minggu-minggu awal perang, Paus enggan mengutuk kekerasan secara terbuka dan membatasi pernyataannya pada permintaan damai serta dialog yang tenang. Namun, Minggu pekan lalu ia memperkeras nada kritisnya dan menyatakan bahwa ancaman Trump untuk menghancurkan peradaban Iran "benar-benar tidak dapat diterima", serta menyerukan dialog.

Pemimpin agama ini kemarin juga meminta doa untuk perdamaian dan menuntut para pemimpin politik mengakhiri perang.

Ia menegaskan bahwa doa untuk perdamaian adalah cara untuk "mematahkan lingkaran setan kejahatan" dan membangun kerajaan Allah, tempat di mana tidak ada pedang, drone, atau "keuntungan tidak adil".

"Di sinilah kita menemukan benteng melawan ilusi kekuasaan absolut yang mengelilingi kita dan menjadi semakin tidak terduga serta agresif. Bahkan nama suci Tuhan, Tuhan kehidupan, telah diseret ke dalam wacana kematian," lanjutnya.

Pernyataan Paus Leo merujuk pada ucapan para pemimpin Amerika, terutama Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang dengan merujuk pada iman Kristen mereka berupaya menggambarkan Amerika sebagai bangsa Kristen untuk mengalahkan musuh-musuhnya.

Pemimpin umat Katolik dunia sebelumnya menyatakan bahwa Tuhan tidak memberkati perang apa pun, terutama perang di mana bom dijatuhkan ke kepala rakyat.

Vatikan sangat khawatir dengan meluasnya perang Israel terhadap Lebanon mengingat kondisi memprihatinkan komunitas Kristen di wilayah selatan negara itu.(sl)