Ketegangan Korsel-Zionis Memburuk, Seoul: Nyawa Manusia Bukan Mainan
-
Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung dan istri
Pars Today - Presiden Korea Selatan, bertepatan dengan memuncaknya ketegangan antara Seoul dan rezim Tel Aviv, kembali menegaskan bahwa jiwa dan harta benda manusia memiliki nilai yang setara.
Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, Minggu, 12 April 2026, Lee Jae-myung di platform media sosial X, seraya menunjuk pada meningkatnya ketegangan antara Seoul dan rezim Tel Aviv, menulis bahwa mereka yang melemahkan kepentingan nasional demi keinginan egois mereka sendiri disebut "pengkhianat".
Ia menambahkan bahwa banyak orang yang melakukan tindakan pengkhianatan, baik karena tidak menyadari bahwa merugikan kepentingan nasional untuk keuntungan pribadi adalah perbuatan tercela, atau mungkin sepenuhnya sadar tetapi tetap melakukannya.
Presiden Korea Selatan melanjutkan bahwa bahkan di arena politik dan media, di mana pengupayaan kepentingan publik, termasuk kepentingan nasional, adalah tugas suci, tindakan pengkhianatan semacam itu terjadi secara terbuka.
Lee menegaskan bahwa pada akhirnya, ini juga merupakan tugas nasional yang harus kita ajarkan secara kolektif dan atasi. Sebuah misi untuk menormalkan apa yang telah menjadi tidak normal.
Dengan menyatakan bahwa rasa hormat diperoleh dengan memberi hormat, ia mengatakan kedaulatan setiap negara dan hak-hak dasar manusia harus dihormati, serta perang agresi harus ditolak. "Ini adalah semangat konstitusi kita dan pemahaman bersama masyarakat internasional," ujarnya.
Presiden Korea Selatan menekankan bahwa jiwa dan harta benda orang lain sama berharganya dengan jiwa dan harta bendanya sendiri. Karena itu, prinsip timbal balik tidak hanya berlaku dalam hubungan antarindividu, tetapi juga dalam hubungan antarnegara.
Setelah pesan Lee ini, Song Young-gil, mantan anggota Majelis Nasional Korea Selatan, di platform X menulis bahwa ia sangat berempati dengan pesan yang disampaikan presiden dan turut menyebarkannya.
Ia menambahkan bahwa Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, diminta untuk memperhatikan perkataan Presiden Lee Jae-myung. Seperti yang juga disinggung Donald Trump, Netanyahu diminta menunjukkan pengendalian diri terhadap ketegangan militer dengan Lebanon dan bekerja sama dalam proses negosiasi untuk mencapai gencatan senjata serta mengakhiri perang.
Song melanjutkan bahwa apa yang dibutuhkan masyarakat internasional saat ini bukanlah demonstrasi kekuatan, tetapi pengendalian diri yang bertanggung jawab dan komitmen teguh terhadap perdamaian.(sl)