Israel Berusaha Mempengaruhi Proses Perundingan Tehran-Washington
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i190370-israel_berusaha_mempengaruhi_proses_perundingan_tehran_washington
Pars Today - Media berbahasa Ibrani, dengan merilis serangkaian laporan dan analisis tentang perkembangan kawasan, mengabarkan tentang meningkatnya kekhawatiran di Tel Aviv terhadap tercapainya kesepakatan potensial antara Iran dan Amerika Serikat, serta upaya untuk mempengaruhi proses diplomatik.
(last modified 2026-05-24T14:10:27+00:00 )
May 24, 2026 21:08 Asia/Jakarta
  • Trump-Netanyahu
    Trump-Netanyahu

Pars Today - Media berbahasa Ibrani, dengan merilis serangkaian laporan dan analisis tentang perkembangan kawasan, mengabarkan tentang meningkatnya kekhawatiran di Tel Aviv terhadap tercapainya kesepakatan potensial antara Iran dan Amerika Serikat, serta upaya untuk mempengaruhi proses diplomatik.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, di kalangan media Israel, isu ini muncul bahwa kesepakatan potensial antara Iran dan AS mungkin memiliki konsekuensi di luar dugaan Israel dan juga dapat menyebabkan perkembangan di front Lebanon.

 

Amos Harel, jurnalis Israel, dalam sebuah analisis mengklaim bahwa tingkat pengaruh Israel terhadap kebijakan AS terhadap Iran telah menurun, dan situasi ini dapat merugikan Tel Aviv. Ia juga mengakui bahwa Iran, jika proses semacam itu terwujud, akan keluar dari situasi saat ini dengan kekuatan regional yang lebih besar.

 

Di sisi lain, surat kabar The Jerusalem Post dalam sebuah laporan menegaskan bahwa perang tidak mampu melemahkan struktur politik dan ekonomi Iran, dan Tehran telah mampu memperkuat posisi regionalnya di jalur-jalur strategis, termasuk Selat Hormuz.

 

Juga, Avigdor Lieberman, mantan Menteri Perang Israel, dalam pernyataan kerasnya, menuduh Benjamin Netanyahu tidak efektif secara politik dan menganggap setiap kesepakatan potensial dengan Iran merugikan kepentingan Israel.

 

Dalam kelanjutan laporan-laporan ini, Saluran 12 Israel melaporkan bahwa lembaga-lembaga keamanan rezim ini dengan sensitivitas tinggi mengikuti proses negosiasi tidak langsung antara Iran dan AS yang dimediasi oleh beberapa negara, termasuk Pakistan, dan menyatakan kekhawatiran tentang terbentuknya kesepakatan sementara yang menunda beberapa masalah kunci, termasuk berkas nuklir, ke tahap-tahap selanjutnya.

 

Media ini juga menambahkan bahwa Tel Aviv menganggap kemungkinan pembebasan aset Iran yang diblokir dan pemanfaatan ekonomi Tehran sebagai akibat dari kesepakatan potensial sebagai ancaman strategis.

 

Dalam kerangka yang sama, Saluran 13 televisi Israel juga mengklaim bahwa Israel telah disingkirkan dari beberapa proses negosiasi dan bergantung pada sumber-sumber intelijen tidak langsungnya sendiri untuk memperoleh informasi. (MF)